- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
- BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
- BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
- Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai
PRI Targetkan Lolos Parliamentary Threshold, Wishnu Dewanto Tekankan Penguatan Struktur dan Digital

Keterangan Gambar : Acara konferensi pers PRI, di Jakarta, Kamis(01/10).akarta
BERNUSA.COM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Bidang POKK Partai Rakyat Indonesia (PRI), Wishnu Dewanto, menegaskan pentingnya penguatan struktur organisasi, konsolidasi internal, serta strategi digital untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Wishnu mengatakan PRI harus menjalankan tahapan secara terukur dan tidak terburu-buru. Menurutnya, ada sejumlah prinsip yang harus menjadi pegangan seluruh kader dan pengurus dalam membangun partai.
“Pertama kita harus paham dengan apa yang kita terima. Kedua, kita harus patuh dengan hierarki daripada struktur kita. Ketiga, kita harus tahu dan menjaga fungsi organisasi. Keempat, kita harus menghormati mekanisme dan prosedur, termasuk mekanisme administrasi. Kelima, kita harus pastikan misi kita sama, bukan visi pribadi,” kata Wishnu saat pengumuman struktur pengurus PRI, Kamis (1/10/2026).
Baca Lainnya :
- PRI Padukan Olahraga dan Sosialisasi Program Pemerintah, Rapimnas Digelar Oktober Mendatang0
- BNI Private Perkuat Layanan Pengelolaan Kekayaan, Raih Penghargaan Internasional0
- Semarak HUT RI ke-81 di Tirtajaya: Saat Warga Bersatu dalam Seni, Budaya dan Gotong Royong0
- FPPJ Dorong Pemprov DKI Perluas Subsidi Rusun0
- Dari Bali ke Hollywood, Film Bandit Taklukkan Juri Internasional di Los Angeles0
Ia menjelaskan, PRI saat ini tengah memasuki fase penguatan eksistensi organisasi. Hal itu ditandai dengan terpenuhinya sejumlah perangkat partai, mulai dari surat keputusan (SK), kepengurusan, kartu tanda anggota (KTA), hingga sekretariat.
Menurut Wishnu, setelah fase eksistensi tersebut terlewati, PRI harus bergerak menuju tahap memperkenalkan partai kepada masyarakat dan membangun penerimaan publik.
“PRI harus dikenal, kemudian disenangi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pengurus di berbagai tempat menunjukkan organisasi mulai berperan,” ujarnya.
Wishnu juga menekankan pentingnya pemetaan daerah pemilihan (dapil) sebagai bagian dari strategi pemenangan. Ia meminta DPP, DPD, dan DPC mulai memetakan dapil yang dinilai potensial untuk menjadi arena pertarungan PRI.
“Dapil terkecil tiga kursi, dapil terbanyak delapan kursi. Tidak ada lagi dapil yang sepuluh kursi. Saya harapkan DPP, DPD, DPC memetakan dapil-dapil yang delapan kursi. Di situlah tempat pertarungan kita,” katanya.
Ia menilai pemetaan dapil diperlukan agar PRI dapat menghitung secara realistis potensi perolehan suara dan kursi yang bisa diraih.
Di sisi lain, Wishnu menegaskan bahwa penguatan struktur harus berjalan beriringan dengan strategi media sosial dan digitalisasi.
“Ke depan hanya dua pokok yang harus kita lakukan. Pertama struktur, yang kedua sosial media dan digitalisasi. Tanpa itu, pertarungan kita sulit,” tegasnya.
Menurutnya, struktur organisasi menjadi kekuatan “serangan darat”, sementara media sosial dan digitalisasi dapat memperluas jangkauan komunikasi politik PRI kepada masyarakat.
Wishnu juga mengajak seluruh pengurus untuk membangun kolaborasi dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Ia menilai kekuatan PRI akan muncul apabila seluruh elemen partai mampu bergerak sebagai satu kesatuan.
“Mereka hadir bukan untuk diri sendiri. Mereka mengikat dan menjadi satu, menjadi sebuah kekuatan. Jadi kolaborasi politik menurut saya itulah kunci kita untuk menantang setiap prospek politik,” tuturnya.
Ia optimistis PRI mampu mengonversi seluruh kerja organisasi menjadi perolehan suara dan kursi di parlemen. Untuk itu, seluruh kekuatan struktur, organisasi, saksi, serta jaringan partai harus dihitung dan dipersiapkan secara matang.
“Kita harus mengonversikan setiap gerakan kita menjadi kursi,” pungkas Wishnu. (AS/BN).
_-_Copy.png)


.jpg)






_(1).png)
