- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
RDMP Balikpapan Harus Didukung Untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM

JAKARTA, Pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai menjadi langkah strategis yang harus didukung semua pihak untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM. Pengamat Energi Fahmy Radhi, menegaskan bahwa RDMP merupakan bagian penting dalam upaya negara memperkuat kapasitas produksi BBM nasional.
“Saya kira RDMP Balikpapan harus didukung oleh semua pihak karena untuk meningkatkan energi nasional, tetapi masih banyak juga yang harus dikembangkan agar energi nasional dengan pembangunan kilang baru,” kata Fahmi saat dihubungi wartawan, Jumat (28/11/2025)
Menurut Dosen Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini, modernisasi kilang seperti RDMP Balikpapan memiliki peran besar dalam menekan impor BBM yang selama ini membebani neraca perdagangan dan membatasi ruang fiskal pemerintah.
Baca Lainnya :
- ABPEDNAS Bogor 2025–2030 Resmi Dilantik: Fokus Penguatan Transparansi dan Jaga Desa0
- Kunjungan Silaturahmi PRSI ke Komdigi RI, Bahas Penguatan SDM Robotika0
- Pendiri ACW Tegaskan Jabatan Ketua GMAHK Tidak Menghapus Dugaan Pertanggungjawaban Pidana0
- Mantan Dirut PLN Batubara Khairil Puji Terobosan Presiden Rehabilitasi Ira Puspadewi0
- Empat Fakultas Bergandengan Tangan Sukses Gelar MILAD ke-68 UHAMKA di Kampus A Limau0
“Tentunya Pertamina harus memperbanyak pembangunan kilang baru dan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM harus adanya energi terbarukan, tetapi ini juga sangat membantu,” tegasnya.
Lebih jauh, Fahmy juga melihat RDMP sebagai instrumen potensial dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“RDMP bisa memperkuat ketahanan energi Indonesia jika didukung dengan teknologi dan dikembangkan energi terbarukan, karena untuk menjadi swasembada energi harus memiliki kilang yang bisa menghasilkan untuk mencukupi kebutuhan nasional,” jelasnya.
Selain menambah kapasitas produksi, RDMP juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas BBM nasional agar sesuai standar internasional. Namun, Fahmy menilai peningkatan kualitas ini membutuhkan strategi jangka panjang yang lebih komprehensif.
“Agar bisa meningkatkan kualitas BBM nasional dengan menyamai standar Euro V harus ada penambahan kilang baru dan sumber energi lainnya yang menggantikan energi fosil ini,” katanya.
Fahmy menutup dengan menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar manfaat RDMP Balikpapan dapat maksimal. “
Dampaknya tentu untuk meningkatkan energi nasional sangat membantu tetapi harus ada dukungan energi lainnya,” ujarnya.
Pembangunan RDMP Balikpapan sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kilang, menaikkan kualitas produk BBM, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Proyek ini ditargetkan menjadi salah satu penopang utama kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : (RED/AGS).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
