- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
UMKM Naik Kelas, Tempe Indonesia Kini Mendunia

Keterangan Gambar : Arif saat mengunjungi fasilitas produksi PT Azaki di Bogor, Sabtu (8/11).
BERNUSA.COM, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan komitmen dalam mendorong produk lokal menembus pasar global. Melalui program pendampingan dan fasilitasi ekspor, Kementerian UMKM memberikan dukungan penuh bagi pelaku usaha, termasuk industri pengolahan tempe yang kini mulai mendapat tempat di pasar internasional.

Baca Lainnya :
Salah satu contoh sukses adalah PT Azaki Food Internasional, produsen olahan tempe asal Bogor yang berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke 12 negara.
Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim mengapresiasi langkah maju PT Azaki sebagai bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“PT Azaki Food Internasional menjadi contoh inspiratif bagaimana usaha kecil dapat tumbuh melalui tata kelola yang baik dan inovasi berkelanjutan,”ujar Arif saat mengunjungi fasilitas produksi PT Azaki di Bogor, Sabtu (8/11).
Menurut Arif, pemerintah melalui Kementerian UMKM terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan usaha lokal—mulai dari pelatihan, pembiayaan, hingga perluasan jejaring pasar ekspor.
“Kami ingin memastikan UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas dan memperluas pasar, termasuk memanfaatkan sumber pembiayaan di luar perbankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok bahan baku kedelai dalam negeri agar industri tempe dapat tumbuh berkelanjutan.
“Kami ingin produk seperti tempe memberi manfaat yang lebih luas bagi petani dan pengusaha lokal,” tambahnya.
Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Ali, menambahkan bahwa penguatan industri tempe juga perlu ditunjang oleh kolaborasi riset dan inovasi produk.
“Kami akan terus memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha dengan lembaga riset agar tercipta inovasi produk turunan yang berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, CEO PT Azaki Food Internasional Cucup Ruhiyat mengucapkan terima kasih atas pendampingan pemerintah yang telah membantu peningkatan kapasitas usaha.
“Kami berkomitmen terus mengembangkan produk olahan tempe agar semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia,” katanya.
Kini, PT Azaki Food Internasional telah mengekspor berbagai produk olahan tempe ke 12 negara, dan sedang menjajaki kerja sama baru di kawasan Asia.
Pemerintah berharap keberhasilan Azaki dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak UMKM Indonesia untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas, dan membawa kebanggaan produk Indonesia ke panggung dunia.(AS/BN).
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
