- Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
- KAI Logistik Catat Angkutan CPO 62 Ribu Ton, Perkuat Rantai Pasok Strategis
- Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa
- GEMA Motorcars Perkenalkan Koleksi Rare Cars, dari G-Class Limited Edition hingga Porsche 718 Spyder RS
- Haiti: Ketika Kekuasaan Menjadi Warisan Keluarga
- Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
- KAI Logistik Raih Penghargaan Sector Champion Logistik pada Danantara Indonesia CX100 Award 2026
- Dukung Ekonomi Digital di Daerah, BRI Region 11 Yogyakarta Lakukan Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada Asal Banyumas
- WSBP Jalin Kerja Sama Optimalkan Aset Precast Plant WSBP Cibitung
- Perkuat Layanan Kesehatan di Hari Batik Nasional, BRI Serahkan Ambulans untuk SMA Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten
Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Keterangan Gambar : PT Waskita Beton Precast Tbk
BERNUSA.COM, Jakarta — PT Waskita Beton Precast Tbk terus menjaga keberlangsungan operasional di tengah tantangan industri konstruksi melalui pengelolaan lini bisnis dan pengendalian biaya secara berkelanjutan. Hingga Triwulan III 2026, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun yang berasal dari kontribusi tiga lini bisnis utama, yaitu Beton Precast sebesar Rp418,92 miliar atau 38,8%, Jasa Konstruksi sebesar Rp389,16 miliar atau 36,1%, serta Readymix & Quarry sebesar Rp269,52 miliar atau 25%.
Sejumlah proyek yang dikerjakan Waskita Beton Precast tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain suplai produk beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, dan berbagai proyek lainnya.
Selain itu, Waskita Beton Precast juga tengah menyelesaikan pembangunan konstruksi untuk Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun. Dalam pelaksanaannya, Perseroan terus berkomitmen untuk mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Baca Lainnya :
- Produk Prima dari Pabrik hingga Proyek, Waskita Beton Precast Pastikan Mutu Produk Spun Pile untuk Proyek Tangguh UCC Onshore Project di Papua0
Di sisi efisiensi, Perseroan terus melakukan pengendalian biaya untuk menjaga efektivitas pengelolaan usaha. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY), biaya penjualan turun sebesar Rp64,38 miliar atau 9,8%, sementara biaya umum dan administrasi menurun sebesar Rp237,79 miliar atau 13,1%. Biaya non-contributing plant juga mengalami penurunan sebesar Rp6,57 miliar atau 65,6% YoY.
“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.
Waskita Beton Precast juga menempatkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan usaha. Penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi landasan dalam pengambilan keputusan serta pelaksanaan aktivitas perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
_-_Copy.png)





.jpg)



_(1).png)
