- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
Adian Radiatus Tegaskan MBG Bukan Mengambil Bisnis Gratis

JAKARTA, Pemerhati Sosial Budaya,Adian Radiatus menyampaikan pandangannya kepada Wartawan di Kediamannya Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (26/2/2026). Terkait Program MBG yang di gagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang sampai saat ini masih menuai pro dan kontra di publik
Menurut Adian Radiatus waktu Presiden Prabowo Subianto termenung saat memikirkan anak-anak sekolah yang kebanyakan berasal dari keluarga sederhana bahkan sangat amat sederhana, makanan yang baik dan sehat bergizi menjadi jawabannya seketika.
Baca Lainnya :
- Adian Radiatus Tegaskan MBG Bukan Mengambil Bisnis Gratis 0
- Silaturahmi Mahasiswa dan Organisasi Ekstra Kampus, Kapolres Gresik Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas0
- Dua Dai Muda Nusantara di Sabilu Taubah: Dakwah dengan Kasih Sayang, Bukan Saling Serang0
- Dari Ruang Praktik ke Panggung Publik: Dr. Andre Yulius Disebut Risma Versi Pria, Fenomena Baru Jawa Timur0
- GMNI DKI Jakarta Soroti Garis Kemiskinan Nasional0
"Tampaknya tidak mengira akan timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan tatanan memberi makan seorang anak menjadi bergizi secara layak bagai memberi makan anak/adik asuh (setidaknya) kalau bukan pada anak/adik sendiri. Dimana, bahkan kecukupan menu menjadi rasa kasih sayang pada anak-anak sekolah tersebut."ujar Adian Radiatus
Lanjut Adian Radiatus, kini setelah setahun lebih berbagai kasus "akal-akalan" dalam penyediaan makanan secara pantas dan bernilai semangat mendukung kesehatan menuju kecerdasan anak-anak barangkali tidak menyentuh ruang-ruang di Istana Kepresidenan karena memang tingkat pemantauan (kalaupun ada) tidak melihat aspek ini tetapi lebih kepada melihat "oh anak-anak sedang makan",
"Dan sambil senyum-senyum bersyukur sang petugas pemantau lantas pulang membawa laporan dengan foto-foto selfie tertata atau asli apa adanya dengan sudut ambil yang pass. Ini sekali lagi kalau ada ya sebagai kebiasaan yang lazim dijumpai dilapangan.,"kata Adian Radiatus
Sambung Adian Radiatus dengan tingkat tujuan yang sangat mulia dan demikian besar ruang lingkup tatanan pelaksanaan disetiap sektor dan sub sektor yang harus menjadi kepanjangan tangan para pelaku penyedia mulai dari tingkat teratas, Kantor Lembaga MBG beserta jajarannya secara manajemen kepada para rekanan penyedia selaku operator langsung dilapangan perlu mengalami perombakan dan evaluasi secara profesional dengan beberapa langkah berikut :
Pertama, tentukan penghentian secara serentak selama minimal 15 hari kerja untuk evaluasi secara terbuka dan profesional, hal ini sekaligus juga untuk melihat moral para pelaksana.
Kedua, masukan seluruh jajaran yang terlibat program MBG ini ke Akmil Magelang untuk mendapatkan pembekalan mental dan jiwa nasionalis yang mumpuni.
Ketiga, penanganan operasional yang secara bertahap dikelola di gedung sekolah sebagai Dapur Anak Sekolah Makan Bergizi tanpa embel-embel Gratis.
Keempat, evaluasi harus termasuk margin yang sangat tipis per unitnya agar cakupan volume gizi anak tercapai dengan baik.
Kelima, bersedia gotong royong sesama anak bangsa yang peduli dengan melakukan Forum Evaluasi MBG secara berkala dengan mengundang para pakar dan pemerhati yang berintegritas.
"Sejauh ini demikian tampak ketimpangan antara eksekusi dan nilai-nilai kehidupan yang menjadi dasar cita-cita dan tujuan mulia ini yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo seakan MBG ini adalah kesempatan mengambil "cuan" layaknya usaha komersial semata, padahal upaya ini sejatinya hanyalah kerja pengabdian yang tentunya bukan membuat rugi pula bagi penyedianya. Laporan yang berbeda atas kondisi faktual dirasakan masih sangat kental." ungkap Adian Radiatus
Selanjutnya Adian Radiatus menegaskan barangkali Pemerintah perlu mempertimbangkan upaya ini dalam wujud sebuah Yayasan Negara sehingga jangkauan tujuan MBG dapat lebih luas menjadi membuka peluang partisipasi aktif masyarakat yang berniat berkontribusi dalam bentuk non materi maupun materi. Ingat beberapa kasus keracunan, jangankan ratusan, satu anak keracunan saja terasa sudah menyedihkan.
"Dengan demikian penekanan pada misi jangka menengah dan panjang akan menjadi sebuah kelahiran kembali rakyat yang bergotong royong, memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap generasi penerus bangsa ini kedepannya dimana tentu saja para pelaksana di garda depan maupun belakang dengan esensi semangat kebersamaan menyadari bahwa MBG bukanlah Mengambil Bisnis Gratis, tetapi Mendukung Bersama Generasi masa depan bangsa, " pungkas Adian Radiatus
Editor : (Red/San).
_-_Copy.png)








_(1).png)

