- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
.jpg)
Keterangan Gambar : Ferry saat acara pelepasan ekspor, Kamis (26/2/2026).
BERNUSA.COM, Subang – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi capaian Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang kembali menorehkan prestasi dengan melakukan simbolisasi ekspor manggis segar ke China tahap kedelapan.
Pada pengiriman kali ini, koperasi melepas 3 ton manggis. Secara total sejak ekspor perdana, nilai transaksi yang berhasil dibukukan telah mencapai Rp6,6 miliar.
Menkop Ferry menegaskan, pelepasan ekspor produk pertanian dari koperasi di Kabupaten Subang ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu bersaing dan menembus pasar global.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Gandeng ICMI, Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Lokal0
- Menkop Ingin Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih dan Pelatihan SDM Pendukung Dipercepat0
- Menkop Ajak Kospin Jasa Perkuat Pusat Distribusi Dan Ekosistem Kopdes Merah Putih0
- Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan0
- Wamenkop Dorong Koperasi BMTNU Bersinergi dengan 419 Kopdes yang Akan Dibangun di Bojonegoro0
Bahkan dalam waktu dekat, Koperasi Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis pengemasan nanas dalam kaleng untuk memenuhi permintaan ekspor, termasuk dari negara-negara Timur Tengah.
“Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditas. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,” ujar Ferry saat acara pelepasan ekspor, Kamis (26/2/2026).
Dorongan Pembiayaan hingga Rp20 Miliar
Dukungan Kementerian Koperasi Republik Indonesia terhadap kemajuan koperasi tersebut tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Menkop mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memberikan dukungan modal.
Berdasarkan kajian awal terhadap proposal dan proses bisnis koperasi, suntikan dana tahap awal diperkirakan mencapai Rp4 miliar.
Ke depan, nilai pembiayaan yang dapat digulirkan berpotensi meningkat hingga Rp20 miliar, melalui proses inkubasi dan pendampingan berkelanjutan.
“Saya yakin koperasi Upland ini bisa membeli dengan harga yang lebih baik ke petani, memperbaiki manajemen, dan memperluas ekspor,” tegas Ferry.
Dengan dukungan modal yang memadai, diharapkan koperasi mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus menyerap hasil pertanian petani dengan harga lebih kompetitif sehingga kesejahteraan petani meningkat.
Sejalan dengan Visi Presiden
Menkop menyebut keberhasilan ekspor manggis ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi desa dan jembatan produk lokal menuju pasar dunia.
Ia juga menyinggung pembangunan ekosistem koperasi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi. Menurutnya, jaringan koperasi desa tersebut dapat menjadi saluran distribusi produk Subang, tidak hanya untuk ekspor tetapi juga pasar domestik.
“Jangan hanya diekspor saja, tetapi juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia,” katanya.
Pemda Subang Bangga, Targetkan Ekspor Nanas
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi cita-cita sejak program Upland digulirkan. Ia menyebut manggis Subang kini telah memenuhi standar internasional, menyusul ekspor kopi sebelumnya.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan komoditas nanas mampu memenuhi spesifikasi buyer global.
Sementara itu, manajemen Koperasi Upland Subang Farm mengakui peluang pasar manggis dan nanas sangat besar. Namun keterbatasan modal, faktor alam, dan SDM pascapanen menjadi tantangan utama.
Direktur Utama LPDB Krisdiyanto menyatakan pihaknya telah melakukan profiling dan pemetaan usaha koperasi.
Dari hasil awal, koperasi dinilai layak memperoleh pembiayaan. Selain modal, LPDB juga akan memberikan pendampingan agar kapasitas ekspor semakin meningkat.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pembiayaan LPDB, dan penguatan ekosistem koperasi desa, Subang diproyeksikan menjadi salah satu sentra ekspor buah unggulan Indonesia ke pasar global.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
