Caritas Indonesia: Wilayah Pascabencana Sumatera Rawan Perdagangan Orang dan Migrasi Ilegal

By Achmad Soleh 06 Jan 2026, 05:50:23 WIB Daerah
Caritas Indonesia: Wilayah Pascabencana Sumatera Rawan Perdagangan Orang dan Migrasi Ilegal

Keterangan Gambar : Poto ilustrasi


BERNUSA.COM, Jakarta, — Caritas Indonesia (KARINA KWI) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya risiko perdagangan orang dan migrasi tidak aman di wilayah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


Caritas menilai kondisi pascabencana menciptakan kerentanan serius akibat hilangnya tempat tinggal, mata pencaharian, anggota keluarga, serta dokumen penting warga. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang yang menyasar korban dengan modus tawaran pekerjaan, bantuan finansial, relokasi, hingga adopsi anak.

Baca Lainnya :

Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, menegaskan bahwa seluruh lokasi pengungsian dan wilayah pemulihan harus mendapat pengawasan ketat dari negara dan masyarakat sipil agar tidak dimasuki pihak tidak bertanggung jawab. Pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan kelengahan di fase pascabencana kerap berujung meningkatnya kasus perdagangan orang.

Sebagai langkah pencegahan, Caritas Indonesia mendorong sosialisasi masif tentang bahaya perdagangan orang, penguatan peran Gugus Tugas TPPO di daerah terdampak, serta kerja sama lintas sektor. 

Caritas juga membuka hotline pelaporan dugaan perdagangan orang melalui WhatsApp 0811-9996-728 dan email migran@karina.or.id.(AS/BN).