- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Caritas Indonesia: Wilayah Pascabencana Sumatera Rawan Perdagangan Orang dan Migrasi Ilegal

Keterangan Gambar : Poto ilustrasi
BERNUSA.COM, Jakarta, — Caritas Indonesia (KARINA KWI) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya risiko perdagangan orang dan migrasi tidak aman di wilayah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Caritas menilai kondisi pascabencana menciptakan kerentanan serius akibat hilangnya tempat tinggal, mata pencaharian, anggota keluarga, serta dokumen penting warga. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang yang menyasar korban dengan modus tawaran pekerjaan, bantuan finansial, relokasi, hingga adopsi anak.
Baca Lainnya :
- Arahan Presiden Prabowo, Kementerian UMKM Bangun Klinik UMKM Bangkit0
- BNI Perkuat Aksi Kemanusiaan BUMN Peduli di Sumut, Sumbar, dan Aceh0
- BNI Bergerak Cepat, Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh0
- Sumbar Dilanda Bencana, Kementan Gerak Cepat Salurkan Bantuan dan Siapkan Rehabilitasi Pertanian0
- Polri Gerak Cepat Hidupkan Jaringan Internet di Daerah Bencana0
Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, menegaskan bahwa seluruh lokasi pengungsian dan wilayah pemulihan harus mendapat pengawasan ketat dari negara dan masyarakat sipil agar tidak dimasuki pihak tidak bertanggung jawab. Pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan kelengahan di fase pascabencana kerap berujung meningkatnya kasus perdagangan orang.
Sebagai langkah pencegahan, Caritas Indonesia mendorong sosialisasi masif tentang bahaya perdagangan orang, penguatan peran Gugus Tugas TPPO di daerah terdampak, serta kerja sama lintas sektor.
Caritas juga membuka hotline pelaporan dugaan perdagangan orang melalui WhatsApp 0811-9996-728 dan email migran@karina.or.id.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
