- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
Cegah Longsor dan Banjir, Pemerintah Depok Lanjutkan Pembangunan Turap Sungai Ciliwung Serab

Keterangan Gambar : Turap yang sudah terbangun di Kp.Serab Depok.(Lexi).
Bernusa.com, DEPOK,- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok kembali melanjutkan pembangunan turap di sepanjang Sungai Ciliwung wilayah Kampung Serab RT008/02, Kelurahan Tirtajaya. Proyek ini merupakan bagian dari program normalisasi sungai untuk memperkuat pengendalian banjir dan mencegah longsor di kawasan permukiman padat penduduk.
“Turap adalah konstruksi dinding yang dibangun di sepanjang bantaran sungai untuk mencegah longsor dan pergerakan tanah yang tidak stabil,” ujar Rendi, perwakilan DPUPR Kota Depok, saat melakukan pengukuran batas turap di lokasi, Jumat (31/10).
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 65 meter turap telah rampung dikerjakan, dan tahap berikutnya akan melanjutkan pembangunan tambahan sepanjang 73 meter.
Baca Lainnya :
“Insyaallah November 2025 ini akan dilaksanakan, setelah hasil rapat final keluar,” tambah Rendi.
Usulan Warga Lewat Musrenbang
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tirtajaya, Bahruroji, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan usulan langsung dari masyarakat melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Alhamdulillah, berkat usulan masyarakat melalui Musrenbang, pembangunan turap sepanjang 73 meter akan segera dilanjutkan bulan November ini,” ujar Bahruroji.
Ia menambahkan, turap yang akan dibangun memiliki tinggi sekitar enam meter dari dasar tanah dan lebar 50 sentimeter.
“Kalau nanti warga ingin menambah ketinggian, bisa disesuaikan sendiri selama memperhatikan kekuatan konstruksinya,” tambahnya.
Bagian dari Program Nasional Pengendalian Banjir
Program pembangunan turap Sungai Ciliwung di Depok ini merupakan bagian dari upaya nasional pengendalian banjir yang juga dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Melalui program normalisasi dan penataan sungai di kawasan Jakarta, Bogor, dan Depok, pemerintah menargetkan peningkatan daya tampung sungai serta pengurangan risiko banjir hingga 2026.
Tujuan utama dari proyek ini meliputi:
Meningkatkan kapasitas sungai untuk menampung air hujan.
Mencegah erosi dan longsor di area bantaran sungai.
Menata lingkungan agar lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.
Apresiasi dari Warga dan Ketua RT
Ketua RT 08/02, Sugianto, menyampaikan apresiasi kepada DPUPR Kota Depok dan Pemkot Depok atas kelanjutan proyek ini.
“Dengan adanya pembangunan turap lanjutan ini, kami berharap risiko banjir di wilayah Kampung Serab bisa ditekan, dan lingkungan sekitar Ciliwung menjadi lebih aman serta tertata,” ujar Sugianto.
Senada dengan itu, Bahruroji menambahkan harapannya agar proyek turap ini dapat segera rampung sesuai target waktu.
“Mudah-mudahan pekerjaan selesai tepat waktu dan membawa manfaat besar bagi warga sekitar Ciliwung,” pungkasnya.(AS/BN)
_-_Copy.png)









_(1).png)
