Dari Udara hingga Darat, Pemerintah All Out Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

By Achmad Soleh 21 Sep 2026, 13:35:41 WIB Nusantara
Dari Udara hingga Darat, Pemerintah All Out Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

Keterangan Gambar : Dok pribadi


BERNUSA.COM, Jakarta– Pemerintah terus mengerahkan kekuatan darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kekuatan lintas instansi.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” ujar Teddy dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (20/9/2026).

Baca Lainnya :

Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing. Jumlah tersebut terdiri atas 55 pesawat BNPB dan sembilan pesawat TNI.

Selain operasi udara, pemerintah juga mengerahkan 54.394 personel gabungan di lapangan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Menurut Teddy, luas wilayah yang harus ditangani serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat operasi penanganan harus dilakukan secara intensif, baik dari darat maupun udara.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” katanya.

Pemerintah menyatakan pengerahan personel dan armada udara tersebut ditujukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran, mencegah api semakin meluas, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.(AS/BN).