Enam Mahasiswa Tersesat di Gunung Salunga saat Malam Tahun Baru 2026
Perayaan tahun baru berubah menjadi momen darurat ketika rombongan kehilangan arah di puncak Salunga.

By Barra Muhammad 03 Jan 2026, 05:29:19 WIB Peristiwa
Enam Mahasiswa Tersesat di Gunung Salunga saat Malam Tahun Baru 2026

Keterangan Gambar : Sebanyak enam mahasiswa dilaporkan kehilangan arah di kawasan hutan saat dalam perjalanan menuju puncak Gunung Salunga untuk merayakan pergantian Tahun Baru 2026 di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (1/1/2026). (Foto: Dok. Irmansyah)


Enam mahasiswa dilaporkan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada malam pergantian tahun 2026. Rombongan tersebut kehilangan arah di tengah kawasan hutan akibat kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang.


Ketua Karang Taruna Desa Mbawa, Irmansyah, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Baca Lainnya :

“Tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita kejadiannya,” ujar Irmansyah.

Informasi mengenai pendaki tersesat pertama kali diterima melalui grup WhatsApp warga setempat.


Mendapat laporan tersebut, Irmansyah bersama sejumlah warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Mereka kemudian berhasil menemukan keenam mahasiswa yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan.


“Tiga laki-laki, tiga perempuan, dan semuanya mahasiswa,” imbuhnya.


Proses evakuasi sempat terkendala karena kondisi hutan yang gelap dan medan yang sulit dilalui. Para pendaki akhirnya baru dapat dibawa keluar dari kawasan hutan setelah pagi hari.


“Semuanya selamat. Tadi pagi mereka langsung dipulangkan ke tempat asalnya dalam kondisi trauma dan kelelahan,” ujar Irmansyah.


Menurut Irmansyah, keenam mahasiswa tersebut memulai pendakian sekitar pukul 20.00 Wita melalui jalur Desa Mbawa. Gunung Salunga dikenal sebagai salah satu lokasi favorit pendaki karena menawarkan pemandangan wilayah Bima dan Dompu serta Gunung Tambora.


Namun, pendakian tersebut dilakukan tanpa pemahaman jalur yang memadai.


“Mereka nekat mendaki gunung Salunga karena ada salah satu orang yang pernah mendaki gunung ini. Hanya saja, saat pendakian yang bersangkutan tak ingat jalur dan jalannya sehingga mereka tersesat,” pungkasnya.