Terkini
- Pasca Kongres XI GPM, USDEK BIRAWA ADI GUNA Mulai Konsolidasi Nasional dan Siapkan Agenda Strategis
- MUBES jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Workshop Robotik PRSI dan Anjungan Kalsel Perkuat Pendidikan STEM bagi Pelajar
- Pelatihan Robotik PRSI di SDN Pancoran 07 Pagi Perkuat Literasi Digital Pelajar
- Kolaborasi Pemkab dan Polres Hadirkan Perayaan Meriah HUT ke 80 Bhayangkara
- Pemkot Surabaya Gandeng MUI kota Surabaya Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah
- Banyak Yang Mementingkan Gelar Dari Pada Keahlian atau Keterampilan
- Film CLBK Siap Sentuh Hati Penonton dengan Romansa Usia Senja yang Menginspirasi
- Resmi Jadi Sayap Partai, Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia Siap Kawal Informasi Berkualitas
- Heikal Safar Apresiasi Strategi Jitu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Di Dukung Warga Jakarta
Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka

Keterangan Gambar : Gempa Kembar Guncang Caraca, Venezuela
Bernusa.com.CARACAS – Venezuela dilanda gempa kembar dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 yang mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 188 orang dan menyebabkan 1.520 lainnya mengalami luka-luka. Proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus berlangsung.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa besar itu terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit. Pusat gempa berada di dekat wilayah Morón, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Guncangan kuat dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Caracas, La Guaira, Miranda, Aragua, Carabobo, dan Falcón.
Wilayah La Guaira dilaporkan menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Ratusan bangunan dilaporkan runtuh, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi dan menghabiskan malam di ruang terbuka karena khawatir akan gempa susulan.
Otoritas Venezuela telah menetapkan status darurat nasional guna mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Sejumlah negara juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan bantuan serta tim penyelamat guna membantu penanganan pascagempa.
Hingga Jumat (26/6/2026), tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya operasi pencarian.
_-_Copy.png)








_(1).png)

