Terkini
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka

Keterangan Gambar : Gempa Kembar Guncang Caraca, Venezuela
Bernusa.com.CARACAS – Venezuela dilanda gempa kembar dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 yang mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 188 orang dan menyebabkan 1.520 lainnya mengalami luka-luka. Proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus berlangsung.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa besar itu terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit. Pusat gempa berada di dekat wilayah Morón, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Guncangan kuat dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Caracas, La Guaira, Miranda, Aragua, Carabobo, dan Falcón.
Wilayah La Guaira dilaporkan menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Ratusan bangunan dilaporkan runtuh, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi dan menghabiskan malam di ruang terbuka karena khawatir akan gempa susulan.
Otoritas Venezuela telah menetapkan status darurat nasional guna mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Sejumlah negara juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan bantuan serta tim penyelamat guna membantu penanganan pascagempa.
Hingga Jumat (26/6/2026), tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya operasi pencarian.
_-_Copy.png)









_(1).png)
