- Wamen FaridaTegaskan Dekopinwil Ujung Tombak Gerakan Koperasi
- Lobang Buaya, Bawa Tragedi Sejarah Indonesia ke Panggung Film Horor Internasional
- Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
- UMKM Dapat Kepastian Pajak, Kementerian UMKM Siapkan Pendampingan dan Konsultasi Gratis
- Purbaya Sesat Logika, Kenaikan Pertamax Tidak Sesederhana Soal Angkutan Barang.
- PWI Jaya dan Bank Jakarta Gelar Lomba Jurnalistik MHT 2026, Siapkan Hadiah Rp75 Juta
- Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Datok Udin Pelor Hadiri Pengukuhan Hulubalang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Melayu
- Anggaran Operasional Tersendat, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Cirebon Tutup Sementara
- Panen Raya PADI 2026 Di DEMAK Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Inovasi PRSI Hadir di Lahan Pertanian Bandung, Petani Kangkung Gunakan Teknologi Pengecekan Tanah
Pendampingan teknologi dilakukan untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara tepat dan efisien

Keterangan Gambar : Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan pengecekan kesuburan tanah menggunakan alat ukur di kebun kangkung kawasan Margacinta, Kota Bandung.
Bandung — Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melalui Departemen Industri, Inovasi, dan Komersialisasi yang diwakili oleh Sukotjo Bambang melakukan pendampingan teknologi kepada para petani sayur kangkung di kawasan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kondisi tanah sebagai dasar penentuan dosis pupuk yang tepat sebelum proses penanaman kangkung dilakukan.
Sukotjo Bambang menjelaskan bahwa analisis tanah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
Baca Lainnya :
- Melalui Tempoer, PRSI Bangun Minat Robotika dan AI di Kalangan Pelajar0
- PRSI Eksplorasi Teknologi Otomasi dan Produksi Pesawat di PTDI0
“Pengecekan tanah ini penting agar petani tidak lagi menebak-nebak kebutuhan pupuk. Dengan data yang akurat, dosis pupuk bisa disesuaikan sehingga hasil tanam lebih optimal dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk yang terukur, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi PRSI dalam mendukung penguatan kemandirian teknologi nasional, khususnya di sektor pertanian.
"Melalui penerapan teknologi tepat guna, kami ingin memastikan inovasi anak bangsa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Sukotjo Bambang.
_-_Copy.png)








_(1).png)

