- Mengubah Perang Ikan Sapu-Sapu Menjadi Kebijakan Sungai Berbasis Bukti
- Menuju Kemandirian Teknologi, PRSI Apresiasi Langkah UHB Buka Prodi Robotika dan AI
- Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
- Selamat Jalan Zulmansyah Sekedang, Sosok Penggerak Profesionalisme Wartawan Indonesia
- Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
- Forum Pemimpin BUMD Jakarta: Strategi Baru Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan
- PB Formula Apresiasi Silaturahmi Nasional MUI dan Ormas Islam Perkuat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia
- Tak Cukup Andalkan APBD, BPD Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Regional
- Sekjen Propindo Heikal Safar SH Desak Tindak Tegas Mahasiswa UI Diduga Terbukti Bersalah Lakukan Aksi Amoral Terhadap Mahasiswi Dan Dosen Perempuan
- Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal melalui KDKMP
Inovasi PRSI Hadir di Lahan Pertanian Bandung, Petani Kangkung Gunakan Teknologi Pengecekan Tanah
Pendampingan teknologi dilakukan untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara tepat dan efisien

Keterangan Gambar : Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan pengecekan kesuburan tanah menggunakan alat ukur di kebun kangkung kawasan Margacinta, Kota Bandung.
Bandung — Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melalui Departemen Industri, Inovasi, dan Komersialisasi yang diwakili oleh Sukotjo Bambang melakukan pendampingan teknologi kepada para petani sayur kangkung di kawasan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kondisi tanah sebagai dasar penentuan dosis pupuk yang tepat sebelum proses penanaman kangkung dilakukan.
Sukotjo Bambang menjelaskan bahwa analisis tanah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
Baca Lainnya :
- Melalui Tempoer, PRSI Bangun Minat Robotika dan AI di Kalangan Pelajar0
- PRSI Eksplorasi Teknologi Otomasi dan Produksi Pesawat di PTDI0
“Pengecekan tanah ini penting agar petani tidak lagi menebak-nebak kebutuhan pupuk. Dengan data yang akurat, dosis pupuk bisa disesuaikan sehingga hasil tanam lebih optimal dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk yang terukur, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi PRSI dalam mendukung penguatan kemandirian teknologi nasional, khususnya di sektor pertanian.
"Melalui penerapan teknologi tepat guna, kami ingin memastikan inovasi anak bangsa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Sukotjo Bambang.
_-_Copy.png)






_(1).png)


.jpg)