- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Inovasi PRSI Hadir di Lahan Pertanian Bandung, Petani Kangkung Gunakan Teknologi Pengecekan Tanah
Pendampingan teknologi dilakukan untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara tepat dan efisien

Keterangan Gambar : Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan pengecekan kesuburan tanah menggunakan alat ukur di kebun kangkung kawasan Margacinta, Kota Bandung.
Bandung — Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melalui Departemen Industri, Inovasi, dan Komersialisasi yang diwakili oleh Sukotjo Bambang melakukan pendampingan teknologi kepada para petani sayur kangkung di kawasan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kondisi tanah sebagai dasar penentuan dosis pupuk yang tepat sebelum proses penanaman kangkung dilakukan.
Sukotjo Bambang menjelaskan bahwa analisis tanah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
Baca Lainnya :
- Melalui Tempoer, PRSI Bangun Minat Robotika dan AI di Kalangan Pelajar0
- PRSI Eksplorasi Teknologi Otomasi dan Produksi Pesawat di PTDI0
“Pengecekan tanah ini penting agar petani tidak lagi menebak-nebak kebutuhan pupuk. Dengan data yang akurat, dosis pupuk bisa disesuaikan sehingga hasil tanam lebih optimal dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk yang terukur, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi PRSI dalam mendukung penguatan kemandirian teknologi nasional, khususnya di sektor pertanian.
"Melalui penerapan teknologi tepat guna, kami ingin memastikan inovasi anak bangsa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Sukotjo Bambang.
_-_Copy.png)









_(1).png)
