- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Inovasi PRSI Hadir di Lahan Pertanian Bandung, Petani Kangkung Gunakan Teknologi Pengecekan Tanah
Pendampingan teknologi dilakukan untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara tepat dan efisien

Keterangan Gambar : Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan pengecekan kesuburan tanah menggunakan alat ukur di kebun kangkung kawasan Margacinta, Kota Bandung.
Bandung — Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melalui Departemen Industri, Inovasi, dan Komersialisasi yang diwakili oleh Sukotjo Bambang melakukan pendampingan teknologi kepada para petani sayur kangkung di kawasan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kondisi tanah sebagai dasar penentuan dosis pupuk yang tepat sebelum proses penanaman kangkung dilakukan.
Sukotjo Bambang menjelaskan bahwa analisis tanah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
Baca Lainnya :
- Melalui Tempoer, PRSI Bangun Minat Robotika dan AI di Kalangan Pelajar0
- PRSI Eksplorasi Teknologi Otomasi dan Produksi Pesawat di PTDI0
“Pengecekan tanah ini penting agar petani tidak lagi menebak-nebak kebutuhan pupuk. Dengan data yang akurat, dosis pupuk bisa disesuaikan sehingga hasil tanam lebih optimal dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk yang terukur, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi PRSI dalam mendukung penguatan kemandirian teknologi nasional, khususnya di sektor pertanian.
"Melalui penerapan teknologi tepat guna, kami ingin memastikan inovasi anak bangsa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Sukotjo Bambang.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
