Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Beruntun, BMKG Catat 42 Aktivitas Seismik

By Achmad Soleh 17 Sep 2026, 19:36:15 WIB Peristiwa
Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Beruntun, BMKG Catat 42 Aktivitas Seismik

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.


BERNUSA.COM, Bandung – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,6 tercatat mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (17/9/2026) dini hari pukul 04.59 WIB.

Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung sejak Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung sejak 16 September hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 05.30 WIB.

Baca Lainnya :

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktaviana Setiowati, mengatakan BMKG masih terus memantau perkembangan rangkaian aktivitas gempa tersebut.

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas seismik berupa rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejak tanggal 16 September 2026 hingga tanggal 17 September pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi,” kata Ana dalam keterangannya.

Salah satu gempa yang tercatat memiliki magnitudo 2,6 dan terjadi pada Kamis dini hari pukul 04.59 WIB.

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur. Episenter berada di darat, sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.

Gempa tersebut memiliki kedalaman hiposenter sekitar 3 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ungkap Ana.

BMKG Terus Pantau Aktivitas Seismik

Rangkaian gempa bumi tersebut menjadi perhatian BMKG karena aktivitas seismik masih terus dipantau untuk mengetahui perkembangan kondisi di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas gempa bumi.

Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

Pemantauan dan penyampaian informasi resmi tersebut penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(AS/BN).