- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
Kadin Dorong Ekonomi Hijau, Adhi Industri Siapkan Teknologi Waste to Energy Skala Nasional

Keterangan Gambar : Bantar gebang
Bernusa.com, Jakarta, -Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya pengelolaan sampah Bantar Gebang menjadi sumber listrik, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus CEO PT Adhi Industri, Prof. Mufti Mubarok, menegaskan komitmen kuat perusahaannya dalam mendukung program pemerintah di bidang pengelolaan sampah dan energi terbarukan melalui inovasi teknologi waste to energy berskala nasional.

Menurut Prof. Mufti, Adhi Industri hadir bukan hanya sebagai produsen teknologi, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi pemerintah, UMKM, dan masyarakat desa hingga kota dalam mewujudkan ekonomi hijau dan kemandirian energi nasional.
Baca Lainnya :
- Kedudukan0
- Menteri UMKM Apresiasi NTT Mart untuk Perluasan Pasar Produk Lokal0
- Entrepreneur Hub Lampung 2025: Lahirkan Generasi Pengusaha Muda Berbasis Teknologi0
- Sinergi DWP Kemenkop Bersama Kepul Wujudkan Program Sampah Jadi Rupiah0
- KI DKI Jakarta Ajak Mahasiswa Manfaatkan Hak Akses Informasi Publik Melalui UU KIP0
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang mampu menjawab persoalan sampah dari tingkat RT hingga proyek skala besar. Dari sampah bisa menjadi pupuk, gas, hingga listrik — inilah bentuk konkret kontribusi kami untuk Indonesia yang lebih mandiri energi,” ujar Prof. Mufti di Jakarta.
Adhi Industri kini tengah menyiapkan berbagai model mesin waste to energy yang bisa diterapkan di berbagai skala — mulai dari komunitas kecil, desa, kawasan industri, hingga kota besar. Melalui program revitalisasi desa, perusahaan ini ingin membangun ekosistem terintegrasi antara smart farming dan smart city, dengan pemanfaatan energi bersih hasil olahan sampah.
“Kami bekerja sama dengan puluhan pemegang paten internasional serta memanfaatkan teknologi tercanggih dari Tiongkok dan Korea untuk memastikan efisiensi dan kualitas terbaik. Tujuannya satu: menjadikan sampah sebagai sumber energi yang mendorong produktivitas nasional,” tambahnya.
Selain membawa jaringan perusahaan internasional dengan paten global dan teknologi canggih, Adhi Industri juga menyatakan siap untuk berinvestasi penuh dalam pembangunan dan pembiayaan proyek hingga beroperasi.
Melalui terobosan ini, Adhi Industri berharap dapat menjadi motor penggerak menuju “Indonesia Menyala” — negeri yang bersih, mandiri energi, dan berdaya saing global melalui teknologi hijau dan ekonomi sirkular.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
