- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
Kadin Dorong Ekonomi Hijau, Adhi Industri Siapkan Teknologi Waste to Energy Skala Nasional

Keterangan Gambar : Bantar gebang
Bernusa.com, Jakarta, -Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya pengelolaan sampah Bantar Gebang menjadi sumber listrik, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus CEO PT Adhi Industri, Prof. Mufti Mubarok, menegaskan komitmen kuat perusahaannya dalam mendukung program pemerintah di bidang pengelolaan sampah dan energi terbarukan melalui inovasi teknologi waste to energy berskala nasional.

Menurut Prof. Mufti, Adhi Industri hadir bukan hanya sebagai produsen teknologi, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi pemerintah, UMKM, dan masyarakat desa hingga kota dalam mewujudkan ekonomi hijau dan kemandirian energi nasional.
Baca Lainnya :
- Kedudukan0
- Menteri UMKM Apresiasi NTT Mart untuk Perluasan Pasar Produk Lokal0
- Entrepreneur Hub Lampung 2025: Lahirkan Generasi Pengusaha Muda Berbasis Teknologi0
- Sinergi DWP Kemenkop Bersama Kepul Wujudkan Program Sampah Jadi Rupiah0
- KI DKI Jakarta Ajak Mahasiswa Manfaatkan Hak Akses Informasi Publik Melalui UU KIP0
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang mampu menjawab persoalan sampah dari tingkat RT hingga proyek skala besar. Dari sampah bisa menjadi pupuk, gas, hingga listrik — inilah bentuk konkret kontribusi kami untuk Indonesia yang lebih mandiri energi,” ujar Prof. Mufti di Jakarta.
Adhi Industri kini tengah menyiapkan berbagai model mesin waste to energy yang bisa diterapkan di berbagai skala — mulai dari komunitas kecil, desa, kawasan industri, hingga kota besar. Melalui program revitalisasi desa, perusahaan ini ingin membangun ekosistem terintegrasi antara smart farming dan smart city, dengan pemanfaatan energi bersih hasil olahan sampah.
“Kami bekerja sama dengan puluhan pemegang paten internasional serta memanfaatkan teknologi tercanggih dari Tiongkok dan Korea untuk memastikan efisiensi dan kualitas terbaik. Tujuannya satu: menjadikan sampah sebagai sumber energi yang mendorong produktivitas nasional,” tambahnya.
Selain membawa jaringan perusahaan internasional dengan paten global dan teknologi canggih, Adhi Industri juga menyatakan siap untuk berinvestasi penuh dalam pembangunan dan pembiayaan proyek hingga beroperasi.
Melalui terobosan ini, Adhi Industri berharap dapat menjadi motor penggerak menuju “Indonesia Menyala” — negeri yang bersih, mandiri energi, dan berdaya saing global melalui teknologi hijau dan ekonomi sirkular.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

