- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
Kurban Higienis Jadi Prioritas, Kementan Tingkatkan Pengawasan Penyembelihan

Keterangan Gambar : Hewan kurban
BERNUSA.COM, Jakarta — Kementerian Pertanian Republik Indonesia memperkuat protokol pelaksanaan ibadah kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah guna memastikan keamanan pangan nasional, kebersihan daging, serta penerapan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) dan syariat Islam.
Langkah strategis tersebut disampaikan dalam sosialisasi bertajuk “Kurban Sehat dan Bermanfaat” yang digelar di Jakarta. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, praktisi veteriner, serta panitia penyelenggara kurban di berbagai daerah.
Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 yang mengatur standar pelaksanaan kurban mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan (ante mortem), proses penyembelihan, hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas panitia kurban menjadi salah satu faktor penting untuk menjamin pelaksanaan kurban yang aman dan higienis.
“Peningkatan kompetensi panitia diperlukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan sesuai syariat, tata kelola fasilitas pemotongan, hingga aspek kebersihan peralatan,” ujar I Ketut Wirata, Jumat (15/5/2026).
Sementara itu, akademisi dari IPB University turut mengingatkan pentingnya perlakuan manusiawi terhadap hewan kurban sebelum disembelih. Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB sekaligus pelatih juru sembelih halal, Supratikno, menyarankan agar hewan dipuasakan maksimal 12 jam sebelum penyembelihan namun tetap diberi akses air minum.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi metabolisme hewan serta kualitas daging yang dihasilkan.
“Prinsipnya, hewan boleh lapar namun tidak boleh kelaparan. Jika masa penampungan melebihi durasi tersebut, pemberian pakan wajib dilakukan kembali guna menghindari stres pada hewan yang dapat menurunkan kualitas produk,” jelasnya.
Selain itu, aspek higienitas dalam penanganan daging juga menjadi perhatian serius. Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB, Denny Widaya Lukman, menekankan pentingnya pemisahan area penanganan daging dan jeroan guna mencegah kontaminasi silang.
“Kebersihan lokasi pencacahan harus terjaga. Sangat penting memisahkan jeroan merah seperti hati dan jantung dari jeroan hijau atau saluran pencernaan agar daging yang diterima masyarakat tetap aman dikonsumsi,” kata Denny.
Melalui pengawasan yang lebih ketat dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah dapat berlangsung tertib, sehat, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tag:
#Kementan #Iduladha1447H #KurbanSehat #HewanKurban #AnimalWelfare #KeamananPangan #DagingHigienis #IPBUniversity #JuruSembelihHalal #BeritaNasional
_-_Copy.png)








_(1).png)

