- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
Ratusan Buruh FSPIM Kepung PT Hengjaya Mineralindo, Mogok Kerja Berlanjut hingga Ada Kepastian Penyelesaian

Keterangan Gambar : Mogok Kerja Buruh PT Hengjaya Mineralindo, Morowali
Bernusa.com. MOROWALI — Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM-KPBI) menggelar aksi demonstrasi dan mogok kerja di PT Hengjaya Mineralindo, Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (24/9/2026). Aksi solidaritas tersebut melibatkan sejumlah Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPIM-KPBI di Morowali untuk mendukung perjuangan buruh PUK MIM dan PUK RJS.
Massa aksi menduduki jalur jalan hauling atau jalan angkut khusus pertambangan yang digunakan untuk transportasi material berat di kawasan perusahaan. Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi pada 4 September 2026 yang belum menghasilkan penyelesaian atas persoalan hubungan industrial yang diperjuangkan buruh.
Koordinator Lapangan aksi, Agus, mengatakan mogok kerja direncanakan berlangsung mulai 24 September hingga 7 Oktober 2026, atau berlanjut sampai tercapai titik terang penyelesaian perselisihan.
Baca Lainnya :
- GSBK Soroti Respons Komisi XI soal Aduan PHK Maybank: Jangan Cuma Drama di Depan Publik0
- GSBK Soroti Laba BSI: Jangan Jadikan LockBit sebagai Tirai Menutupi Persoalan Internal0
- Jelang Hari Tani Nasional, Gerakan Tani-Buruh Desak Reforma Agraria Sejati0
- KSP-PB Soroti RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Minta Cuti Haid Otomatis dan Sanksi Tegas bagi Pengusaha0
- KSP-PB Usulkan Badan Khusus di Bawah Presiden Awasi Pelaksanaan Aturan Ketenagakerjaan0
Menurut Agus, keterlibatan berbagai PUK FSPIM-KPBI di Morowali merupakan bentuk solidaritas terhadap perjuangan anggota PUK MIM dan PUK RJS.
Ketua DPC FSPIM Wilayah Morowali, Hamdan, menyayangkan sikap manajemen PT Hengjaya Mineralindo yang tidak menghadiri perundingan tripartit di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Morowali.
Ketidakhadiran pihak manajemen dalam perundingan tersebut dinilai memperburuk komunikasi antara pekerja dan perusahaan, sehingga persoalan hubungan industrial belum menemukan jalan keluar.
Hamdan menegaskan, penyelesaian perselisihan semestinya ditempuh melalui komunikasi dan perundingan yang melibatkan seluruh pihak terkait.
Sementara itu, Ketua Umum FSPIM, Komang Jordi Segara, mengatakan melalui komunikasi telepon dengan Media FSPIM bahwa aksi mogok kerja berpotensi berlangsung panjang. Karena itu, federasi mulai menyiapkan strategi untuk menjaga keberlangsungan aksi.
Strategi tersebut mencakup pengorganisasian massa, penyediaan konsumsi bagi buruh yang bertahan, serta pengaturan transportasi dan pergiliran massa agar aksi solidaritas dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menurut Komang, kesiapan logistik dan konsolidasi massa menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan berlarutnya perselisihan.
Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan ketentuan pelaksanaan sesuai peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari manajemen PT Hengjaya Mineralindo mengenai tuntutan buruh, alasan ketidakhadiran dalam perundingan tripartit, maupun langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
