- 15 Nyawa Melayang, Negara Gagal Menjaga Rel Keselamatan.
- Qurban Berkah Harga Ramah Hanya di RIZQI Jalan Bangka Raya, Jaksel
- Pekerja UI Desak Kepastian Hak dan Pembentukan PKB Di May Day 2026.
- Sekjen Rekat Indonesia Dan Sekjen Gema Bela Negara.Heikal Safar SH, Dihadiri Presiden Prabowo, Jadikan Momen Demo Buruh Sebagai Gerakan Masyarakat Bela Negara Yang Humanis
- RSUD Tarakan Lakukan Terobosan Baru: Operasi Ligamen Lutut Canggih Kini Tak Lagi Milik Rumah Sakit Elit
- Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127 Ribu, Jadi Alternatif Mobilitas di Tengah Penyesuaian Operasional Bekasi
- Hadapi Overkapasitas Bantargebang, Jakarta Timur Luncurkan Bank Sampah Induk Makasar
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI
- Kinerja Moncer BNI: CASA Tumbuh 26,6 Persen, Kredit Tembus Rp919 Triliun
- Front Mahasiswa Maluku Utara Jabodetabek Desak Mabes Polri, Usut Tuntas Pembunuhan Berantai Halteng -Haltim
Rekan Indonesia Apresiasi Ketegasan Pemkot Jakpus Mencegah Pangan Berbahaya dari Sungai Kota
Ikan Sapu-Sapu Mengandung Banyak Logam Berat Dan Bakteri Ecoli

Keterangan Gambar : Ilustrasi Jangan Racuni Meja Makan Kita
Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendapat apresiasi atas langkah tegas menertibkan praktik pengolahan dan penjualan ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung. Penindakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat konsumsi pangan dari perairan tercemar.
Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, menyatakan bahwa tindakan aparat sudah tepat sebagai bentuk pencegahan dini. Ia menegaskan bahwa peredaran ikan dari sungai tercemar tidak bisa dianggap sebagai persoalan kecil.
“Ini menyangkut keselamatan publik. Ikan sapu-sapu dari perairan tercemar berpotensi membawa logam berat dan bakteri berbahaya yang bisa berdampak serius jika dikonsumsi,” ujar Tian panggilan akrab ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta.
Baca Lainnya :
- Walikota Munjirin Pimpin Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, 320 Kg Terkumpul di Waduk Kaja0
- Percaya Diri Ibu Hamil Menurun karena Jerawat? Simak Tips Aman Ini0
- Kepemimpinan di Balik Angka: Menakar Kerja Senyap Iin Mutmainah0
- Depok Perkuat Pelayanan Warga, 18 Posyandu Enam Bidang Resmi Beroperasi di Sawangan0
- Mengubah Perang Ikan Sapu-Sapu Menjadi Kebijakan Sungai Berbasis Bukti0
Menurutnya, ikan sapu-sapu yang hidup di dasar sungai sangat rentan mengalami bioakumulasi zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium, serta kontaminasi limbah domestik dan industri. Jika masuk ke rantai makanan, zat tersebut dapat memicu gangguan saraf, kerusakan organ, hingga penyakit kronis.
Namun, Tian juga mengingatkan bahwa penanganan persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kota semata. Mengingat pelaku berasal dari luar wilayah DKI Jakarta, pendekatan yang lebih luas dan lintas daerah menjadi kunci.
“Ini bukan hanya soal penertiban di satu titik. Perlu ada koordinasi antarwilayah, termasuk dengan daerah asal pelaku dan jalur distribusinya. Kalau tidak, praktik seperti ini bisa terus berulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap rantai distribusi pangan informal perlu diperkuat, terutama pada titik pengepul dan pasar, agar bahan pangan berisiko tidak masuk ke masyarakat.
“Negara harus hadir dari hulu sampai hilir. Bukan hanya menindak di lokasi, tapi juga memutus rantai distribusinya,” tegasnya.
Sebelumnya, aparat Satpol PP mengamankan sejumlah orang yang menangkap dan mengolah ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung untuk dijual sebagai bahan makanan. Seluruh hasil olahan telah disita dan dimusnahkan untuk mencegah peredarannya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan pangan, sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak semua yang memiliki nilai ekonomi layak dikonsumsi.
_-_Copy.png)






_(1).png)



