- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
RSUD Tarakan Lakukan Terobosan Baru: Operasi Ligamen Lutut Canggih Kini Tak Lagi Milik Rumah Sakit Elit
Satu-Satunya RSUD Se-Indonesia Yang Bisa Melakukan Artificial Graft

Keterangan Gambar : RSUD Tarakan Jakpus
Jakarta — Di tengah anggapan bahwa tindakan medis canggih hanya bisa diakses di rumah sakit swasta berbiaya tinggi, RSUD Tarakan justru mematahkan stigma itu. Rumah sakit milik pemerintah provinsi DKI Jakarta ini berhasil melakukan rekonstruksi Posterior Cruciate Ligament (PCL) menggunakan metode artificial graft—sebuah prosedur ortopedi kompleks yang selama ini jarang dilakukan di fasilitas publik. Dan menjadi satu-satunya RSUD se-Indonesia yang bisa melakukan artificial graft.
Direktur Utama RSUD Tarakan, dr. Weningtyas Purnomorini, MARS, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar keberhasilan tindakan medis, tetapi bentuk komitmen kami menghadirkan layanan ortopedi modern yang bisa dijangkau masyarakat luas,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI0
- Ketum Organisasi Naungan KONI Diduga Tipu Pengusaha Miliaran Rupiah0
- Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin oleh Statistik0
- RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah0
- Kowapta Soroti Kinerja Jakpro: Ambisi Besar Dinilai Tak Sejalan dengan Akuntabilitas0
PCL adalah ligamen penting pada lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi, terutama dalam mengontrol pergerakan tulang ke arah belakang. Cedera pada bagian ini kerap terjadi akibat olahraga berat maupun kecelakaan, dan sering kali diabaikan hingga berkembang menjadi kondisi kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter spesialis ortopedi yang menjadi narasumber dalam tindakan ini, dr. Jafri Hasan, Sp.OT.Subsp.CO (K), menjelaskan bahwa pendekatan artificial graft memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional.
“Dengan artificial graft, kita tidak perlu mengambil jaringan dari tubuh pasien. Ini mengurangi trauma tambahan dan membantu proses pemulihan menjadi lebih efisien,” jelasnya.
Menurutnya, banyak pasien datang dengan kondisi yang sudah terlambat ditangani. Akibatnya, tidak hanya menimbulkan nyeri berkepanjangan, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan sendi jangka panjang.
“Kalau tidak ditangani dengan tepat, cedera PCL bisa berdampak pada stabilitas lutut secara keseluruhan. Ini yang kami coba atasi melalui rekonstruksi,” tambahnya.
Pasien yang menjalani tindakan ini sebelumnya mengalami nyeri lutut kronis disertai ketidakstabilan sendi. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk evaluasi klinis dan pencitraan, pasien dinyatakan memenuhi indikasi untuk dilakukan rekonstruksi.
Pascaoperasi, pasien menjalani program rehabilitasi terpadu yang melibatkan fisioterapi intensif dan pemantauan berkala. Tahap ini menjadi krusial untuk memastikan hasil operasi tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga optimal dalam pemulihan fungsi.
Terobosan RSUD Tarakan ini menjadi sinyal kuat bahwa rumah sakit pemerintah mampu bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan modern. Di tengah tantangan sistem kesehatan nasional, langkah ini bukan hanya soal teknologi—tetapi tentang keberanian mengubah batas.
Dan sekali batas itu ditembus, standar baru pun diam-diam lahir.
_-_Copy.png)









_(1).png)
