- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Serikat Pekerja: PT Dua Kuda Indonesia Masih Punya Prospek Kuat Meski Pailit

Keterangan Gambar : Serikat Pekerja: PT Dua Kuda Indonesia Masih Punya Prospek Kuat
BERNUSA.COM, Jakarta – PT Dua Kuda Indonesia menegaskan bahwa status kepailitan yang saat ini membelit perusahaan tidak mencerminkan melemahnya prospek bisnis inti mereka. Manajemen bersama serikat pekerja menilai persoalan utama yang dihadapi perusahaan justru berasal dari mekanisme hukum kepailitan yang menghambat kelancaran operasional.
Ketua Serikat Pekerja SBAI-FBTPI PT Dua Kuda Indonesia, Ridwan, mengatakan bahwa sebelum memasuki proses kepailitan, kondisi operasional perusahaan berada dalam keadaan sehat. Produksi berjalan stabil, permintaan pasar tetap tinggi, dan ekspor produk turunan kelapa sawit terus berkembang seiring ekspansi kapasitas produksi.
“Yang menjadi persoalan bukan karena perusahaan tidak memiliki kemampuan usaha, tetapi karena proses operasional harus mengikuti mekanisme kepailitan. Akibatnya, aktivitas bisnis yang sebelumnya berjalan lancar menjadi terganggu,” ujar Ridwan dalam wawancara di Kantor PT Dua Kuda Indonesia, Kawasan Industri Marunda, Jakarta Utara, Senin (3/8/2026).
Baca Lainnya :
- Dari Ruang ICU Hingga Liang Lahat, Rekan Indonesia Jakut Tetap Mendampingi Warga0
- REKAN Indonesia Dorong Kolaborasi Pengentasan Penyakit Mematikan di Jakarta Utara0
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa0
- Mobil MBG Seruduk Siswa SDN 01 Cilincing, Belasan Anak Luka-Luka0
Menurutnya, hambatan terbesar saat ini terjadi pada aktivitas ekspor yang selama ini menjadi sumber utama pemasukan perusahaan. Sejumlah kewajiban administratif yang harus mengikuti prosedur kepailitan menyebabkan pengiriman produk ke pasar internasional mengalami keterlambatan.
Ridwan menjelaskan, perusahaan sebenarnya masih memiliki dana operasional. Namun, penggunaan dana tersebut harus melalui mekanisme kepailitan sehingga pembayaran berbagai kebutuhan mendesak, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas kepabeanan, tidak dapat dilakukan secara cepat.
Kondisi tersebut berdampak pada melambatnya arus kas perusahaan. Sementara itu, kewajiban operasional seperti pembayaran gaji karyawan, listrik, pembelian bahan baku, hingga biaya produksi tetap harus dipenuhi.
Manajemen PT Dua Kuda Indonesia menilai situasi ini justru menunjukkan bahwa kekuatan utama perusahaan berada pada keberlangsungan usahanya atau going concern. Selama pabrik tetap beroperasi, perusahaan diyakini mampu menghasilkan pendapatan, memenuhi kewajiban secara bertahap, mempertahankan pelanggan, sekaligus menjaga lapangan kerja bagi lebih dari seribu karyawan.
Pengalaman selama masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) juga disebut menjadi bukti bahwa operasional perusahaan masih dapat berjalan normal. Pada periode tersebut, aktivitas produksi tetap berlangsung meski seluruh pengeluaran harus memperoleh persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku.
Di tengah proses hukum yang berjalan, dukungan para pekerja menjadi faktor penting bagi perusahaan. Serikat pekerja menyatakan tetap bersinergi dengan manajemen karena meyakini PT Dua Kuda Indonesia masih memiliki masa depan yang baik.
“Harapan kami sederhana, perusahaan bisa kembali beroperasi normal. Ketika produksi berjalan, seluruh pihak akan memperoleh manfaat, mulai dari karyawan, pemasok, pelanggan, hingga para kreditur,” kata Ridwan.
Manajemen optimistis bahwa apabila hambatan administratif dapat segera diatasi dan operasional kembali berjalan penuh, perusahaan mampu meningkatkan ekspor, memenuhi kewajibannya kepada seluruh pemangku kepentingan, serta terus berkontribusi terhadap industri pengolahan kelapa sawit nasional.
Bagi PT Dua Kuda Indonesia, penyelamatan operasional bukan hanya soal mempertahankan sebuah badan usaha, tetapi juga menjaga rantai industri dan mata pencaharian lebih dari seribu keluarga Indonesia.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
