Dari Ruang ICU Hingga Liang Lahat, Rekan Indonesia Jakut Tetap Mendampingi Warga

By Goenk1975 15 Jul 2026, 21:14:32 WIB DKI Jakarta
Dari Ruang ICU Hingga Liang Lahat, Rekan Indonesia Jakut Tetap Mendampingi Warga

Keterangan Gambar : Santa, Saat Mendampingi Warga Dari Saat Sakit Sampai Wafat.


Bernusa.com. Jakarta Utara— Pendampingan kemanusiaan tidak selalu berakhir ketika upaya medis selesai. Hal itu ditunjukkan oleh Rekan Indonesia KPD Jakarta Utara yang tetap mendampingi keluarga pasien hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.

Nur Bakdiah Agustin (28), warga Kelurahan Koja, Jakarta Utara, mengembuskan napas terakhir pada Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 WIB di ruang ICU RSUD Koja. Sebelumnya, pasien menjalani perawatan akibat kecelakaan yang kemudian disertai komplikasi infeksi paru-paru hingga mengalami koma.

Sejak menerima laporan dari keluarga pada 14 Juli 2026, Rekan Indonesia KPD Jakarta Utara segera melakukan advokasi dengan berkoordinasi bersama pihak RSUD Koja untuk mengonfirmasi ketersediaan ruang ICU. Saat itu, kondisi pasien dinilai sangat membutuhkan perawatan intensif.

Baca Lainnya :


Kepala Bidang Advokasi Rekan Indonesia Jakarta Utara, Santa, mengatakan bahwa pihaknya berupaya memastikan pasien memperoleh penanganan medis terbaik sesuai kebutuhan.

"Kami turut berduka cita atas wafatnya Ibu Nur Bakdiah Agustin. Sejak menerima laporan dari keluarga, kami langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kebutuhan ruang ICU. Meski akhirnya pasien tidak dapat diselamatkan, kami tetap berkomitmen mendampingi keluarga hingga seluruh proses selesai," ujar Santa, hari ini (15/7).

Tak lama setelah menerima kabar duka, pengurus Rekan Indonesia KPD Jakarta Utara mendatangi rumah duka di Jalan Jampea Lorong 19, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.

Atas permintaan keluarga, Rekan Indonesia juga mendampingi proses pemulangan jenazah menuju Desa Carikan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir almarhumah.

Santa menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Rekan Indonesia tidak hanya berfokus pada akses pelayanan kesehatan, tetapi juga pada sisi kemanusiaan ketika keluarga menghadapi situasi sulit.

"Bagi kami, advokasi bukan hanya membantu pasien mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketika keluarga membutuhkan pendampingan di saat-saat paling berat, kami akan tetap hadir. Itulah semangat kemanusiaan yang terus kami pegang," tutup Santa.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap proses pelayanan kesehatan, terdapat keluarga yang membutuhkan dukungan, empati, dan kehadiran. Rekan Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi sahabat masyarakat, tidak hanya dalam perjuangan memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga dalam menguatkan keluarga hingga perjalanan terakhir orang yang mereka cintai.