Indonesia Bawa Pulang Emas dari Olimpiade Fisika Internasional 2026 di Kolombia

By Achmad Soleh 15 Jul 2026, 21:43:31 WIB Pendidikan
Indonesia Bawa Pulang Emas dari Olimpiade Fisika Internasional 2026 di Kolombia

Keterangan Gambar : kepulangan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia yang sukses meraih lima medali


BERNUSA.COM, Tangerang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyambut kepulangan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia yang sukses meraih lima medali pada ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Prestasi tersebut terdiri dari satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu, sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Kelima pelajar berprestasi itu disambut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, serta Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono.

Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Mariman Darto menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta dan pembina yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Ia berharap prestasi tersebut menjadi bekal bagi para pelajar untuk menjadi peneliti, inovator, dan pemimpin masa depan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Baca Lainnya :

    Sementara itu, Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan keberhasilan tim merupakan hasil pembinaan berjenjang, mulai dari sekolah hingga Pelatihan Nasional (Pelatnas). Pemerintah juga terus mendukung pengembangan talenta melalui berbagai program, termasuk Beasiswa Talenta Indonesia.

    Peraih medali emas, Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, mengaku tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan perbedaan waktu di Kolombia. Namun, bekal materi selama Pelatnas membantunya tetap fokus menghadapi ujian teori dan eksperimen.

    Kemendikdasmen berharap prestasi Tim Olimpiade Fisika Indonesia di IPhO 2026 dapat menginspirasi lebih banyak pelajar untuk mencintai sains dan terus berprestasi di tingkat dunia, sekaligus memperkuat ekosistem manajemen talenta nasional.(AS/BN).