- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
Terus Tertekan E-Commerce, PSI Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Kerja Sama Latih Pedagang Konvensional

Keterangan Gambar : August Hamonangan, Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta
BERNUSA.COM: Jakarta- Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, prihatin dengan kondisi pedagang konvensional dan tradisional yang masih sulit bersaing dengan platform e-commerce hingga saat ini. 19/09/2026
Ia meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) DKI Jakarta dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menghilangkan ego sektoral dan bekerjasama demi meningkatkan kemampuan pedagang-pedagang bersaing dengan platform-platform e-commerce.
“Sampai sekarang, pedagang-pedagang kita yang konvensional dan tradisional itu masih kesulitan bersaing dengan platform-platform e-commerce. Terutama untuk tekstil dan pakaian, tempat-tempat belanjanya makin sepi seiring orang-orang lebih sering mencari barang-barangnya di aplikasi online,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- PSI Soroti Perubahan Desil Mendadak yang Bikin Warga Kehilangan Akses Bansos0
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI0
- Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen dalam periode 21 bulan 0
- PSI Kecam Penghadangan Wartawan saat Liput TPS Liar di Cilincing Jakarta Utara0
- Perang Melawan Narkoba, Polres Garut Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Ratusan Obat Terlarang0
“Seharusnya, DPPKUKM dan Pasar Jaya ini bekerjasama. Stop ego sektoral, keduanya perlu bergandengan untuk mengupgrade pedagang-pedagang kita, terutama yang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar bisa naik kelas,” sambungnya.
Ia mengkritik kondisi saat ini di mana DPPKUKM dan Perumda Pasar Jaya dinilai sering membeda-bedakan ranah tanggung jawabnya masing-masing.
“Jangan ada lagi perasaan bahwa tanggung jawab DPPKUKM hanya sebatas ini, dan Pasar Jaya hanya sebatas itu. Kedua-duanya bergerak dalam sektor yang serupa bahkan sama. Dan tujuan dari kegiatannya harusnya adalah peningkatan kualitas usaha-usaha di Jakarta, terutama UMKM agar bisa terus berkembang dan berkompetisi,” tegasnya.
August menyorot anggaran DPPKUKM sebesar Rp2,7 miliar untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Adapun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memiliki program pelatihan e-commerce bagi pelaku-pelaku UMKM. Di mana, di antara latihan-latihannya adalah produksi konten video, workshop E-Smart, dan pelatihan penjualan melalui media sosial (medsos).
“Di DPPKUKM ini melalui JakPreneur ada program-program pelatihan untuk berjualan di platform-platform e-commerce. Sementara itu, Pasar Jaya menaungi ribuan pedagang dan tidak sedikit di antara mereka kesulitan bersaing dengan platform e-commerce,” katanya.
“Mestinya, DPPKUKM dan Pasar Jaya ini bisa dong menggagas dan menjalankan suatu program bersama, sebuah kerja sama untuk bagaimana DPPKUKM di satu sisi melatih juga pedagang-pedagang di pasar-pasar milik Pasar Jaya yang kesulitan menghadapi e-commerce. Hilangkan sekat-sekat yang tak perlu, ini waktunya semua pihak berkolaborasi,” tutupnya.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
