PSI Soroti Perubahan Desil Mendadak yang Bikin Warga Kehilangan Akses Bansos

By Ahmad Romdoni 03 Sep 2026, 11:04:10 WIB DKI Jakarta
PSI Soroti Perubahan Desil Mendadak yang Bikin Warga Kehilangan Akses Bansos

Keterangan Gambar : Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan


BERNUSA.COM: Jakarta-Perubahan desil yang terjadi secara tiba-tiba dan ketersediaan subsidi pangan yang tidak konsisten untuk diakses oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah terus mengkhawatirkan warga Jakarta.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menjamin akses masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos), terutama bagi mereka yang berhak mendapatkannya.

“Ketika saya turun ke masyarakat, ternyata masih ada banyak warga kita yang belum merdeka dari kemiskinan dan kemelaratan. Ini merupakan sebuah ironi bagi kita yang masih berada dalam semangat perayaan kemerdekaan negeri kita yang ke-81 tahun,” tegasnya.

Baca Lainnya :

“Hal itu dikarenakan permasalahan administrasi terkait desil. Di mana seseorang yang sebenarnya miskin dan membutuhkan bantuan malah mengalami desilnya melambung tinggi karena kesalahan administratif, sehingga tidak lagi berhak untuk mendapatkan bansos. Ini merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Demikian, August mendesak agar Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengecekan ke masyarakat untuk menyesuaikan perubahan-perubahan desil yang terjadi. Bahkan, ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menggandeng Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melakukannya bila diperlukan.

“Terkait desil ini, Pemprov DKI harus mengecek kondisi riil warganya di lapangan. Memang ada beberapa penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, tapi bukan berarti solusinya adalah dengan menyapu bersih melalui kenaikan desil yang liar,” sambungnya.

“Perlu dilakukan verifikasi faktual terhadap warga-warga di Jakarta. Kalau ada yang desilnya melambung tinggi, tetapi kondisi hidupnya juga masih belum baik, maka perlu disesuaikan kembali supaya mereka berhak mendapatkan bansos,” jelasnya.

Kemudian, ia juga menyorot permasalahan terkait dengan subsidi pangan. August mengatakan bahwa subsidi pelaksanaan program pangan ini sangat penting di tengah-tengah kesulitan warga untuk mencari nafkah dalam kondisi perekonomian yang sulit.

“Di tengah-tengah kesulitan ini, Pemprov DKI sekurang-kurangnya perlu memastikan kalau masyarakat bisa mengisi perutnya. Maka, program subsidi pangan harus diawasi secara ketat penyalurannya. Pembagiannya perlu merata dan berjalan secara lancar supaya seluruh warga yang berhak mendapatkannya menerima bantuan tersebut,” pungkasnya.