- Era Baru Biodiesel Dimulai, B50 Resmi Diluncurkan Bertahap Selama Tiga Bulan
- 125 Ribu Kunjungan ke Layanan Kesehatan Jiwa Elva Minta Pemprov DKI Lebih Perhatikan Kesehatan Mental
- Pasca Kongres XI GPM, USDEK BIRAWA ADI GUNA Mulai Konsolidasi Nasional dan Siapkan Agenda Strategis
- MUBES jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Workshop Robotik PRSI dan Anjungan Kalsel Perkuat Pendidikan STEM bagi Pelajar
- Pelatihan Robotik PRSI di SDN Pancoran 07 Pagi Perkuat Literasi Digital Pelajar
- Kolaborasi Pemkab dan Polres Hadirkan Perayaan Meriah HUT ke 80 Bhayangkara
- Pemkot Surabaya Gandeng MUI kota Surabaya Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah
- Banyak Yang Mementingkan Gelar Dari Pada Keahlian atau Keterampilan
- Film CLBK Siap Sentuh Hati Penonton dengan Romansa Usia Senja yang Menginspirasi
125 Ribu Kunjungan ke Layanan Kesehatan Jiwa Elva Minta Pemprov DKI Lebih Perhatikan Kesehatan Mental

Keterangan Gambar : Elva Farhi Qolbina, Komisi E DPRD DKI Jakarta
Bernusa.com. JAKARTA— Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mengungkapkan ada 125 ribu kunjungan warga ke layanan kesehatan jiwa di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pada tahun 2025 lalu.
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina, menilai bahwa isu kesehatan mental menjadi semakin mendesak dan tidak bisa diabaikan lebih lama lagi.
“Dengan adanya ratusan ribu warga kita yang mengakses layanan kesehatan jiwa pada tahun lalu, itu menunjukkan kalau isu ini sudah menjadi permasalahan serius dan tidak bisa disepelekan lagi. Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI harus memerhatikan masyarakatnya dan memberikan pelayanan yang mereka butuhkan,” katanya.
Baca Lainnya :
- Pasca Kongres XI GPM, USDEK BIRAWA ADI GUNA Mulai Konsolidasi Nasional dan Siapkan Agenda Strategis0
- MUBES jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi0
- Workshop Robotik PRSI dan Anjungan Kalsel Perkuat Pendidikan STEM bagi Pelajar0
- Pelatihan Robotik PRSI di SDN Pancoran 07 Pagi Perkuat Literasi Digital Pelajar0
- Kolaborasi Pemkab dan Polres Hadirkan Perayaan Meriah HUT ke 80 Bhayangkara 0
Elva menegaskan bahwa Fraksi PSI konsisten mengawal isu kesehatan mental sebagai salah satu permasalahan warga Jakarta yang perlu diatasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya, dengan memperjuangkan agar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) secara eksplisit mencantumkan pasal-pasal terkait layanan kesehatan mental.
“Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daerah. Padahal, tekanan hidup yang dialami oleh masyarakat kian tinggi dan mereka juga semakin menyadarinya,” tekannya.
“Kami dari Fraksi PSI selalu mengawal isu kesehatan mental. Sekarang, kami memperjuangkan agar Pemprov DKI wajib memberikan fasilitas pelayanan kesehatan mental dari hulu ke hilir baik secara kuratif, preventif, promotif, maupun rehabilitatif dengan mencantumkannya secara eksplisit dalam pasal-pasal di Ranperda Siskesda,” jelasnya.
Menurut Elva, kesehatan mental merupakan isu yang mendasar. Demikian, pihaknya aktif mendorong pembahasan pasal-pasal tersebut dalam proses legislasi di Kebon Sirih.
“Masalah kesehatan mental ini merupakan isu yang fundamental. Oleh karenanya, kami di PSI bersikeras agar pasal-pasal tersebut dibahas. Karena, pasal-pasal ini terkait dengan tanggung jawab Pemprov DKI untuk turut dalam upaya penanganan kesehatan mental warganya,” ujarnya.
“Meskipun awalnya pihak Dinkes tidak memasukkannya, bahkan belum dengan jelas mendefinisikan apa itu kesehatan mental, tapi setelah beberapa kali berdiskusi di DPRD usulan-usulan dari kami dimasukkan untuk dibahas,” tambahnya.
Adapun beberapa ketentuan yang kini diperjuangkan dalam merancang peraturan daerah (perda) yang menyangkut siskesda itu adalah penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran perlunya kehidupan yang sehat baik secara fisik, mental, maupun sosial.
“Salah satunya, kami mendorong agar Pemprov DKI yang selama ini lebih menekankan kepada kesehatan fisik juga melakukan sosialisasi akan pentingnya kesehatan mental dan sosial. Kemudian, pendekatan berbasis komunitas dengan memperkuat jejaring sosial agar masyarakat bisa mendampingi dan membantu sesama warga di sekitarnya juga perlu dikembangkan,” sambunngya.
_-_Copy.png)







_(1).png)

