Transformasi Digital FMCG, BNI Perkenalkan Smart Receivables dan Supply Chain Financing

By Achmad Soleh 13 Des 2025, 15:46:41 WIB Bisnis
Transformasi Digital FMCG, BNI Perkenalkan Smart Receivables dan Supply Chain Financing

Keterangan Gambar : BNIdirect Capabilities Event yang digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025).


BERNUSA,COM, JAKARTA, – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri fast-moving consumer goods (FMCG) melalui pengembangan ekosistem dan solusi keuangan digital terintegrasi. Komitmen tersebut diwujudkan dalam lanjutan rangkaian BNIdirect Capabilities Event yang digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Mengusung tema Building a Resilient FMCG Ecosystem through Digital Finance & Supply Chain Transparency, forum yang berlangsung di Ayana Midplaza ini mempertemukan regulator, pakar, serta pelaku industri untuk membahas tantangan dan peluang transformasi digital dalam rantai pasok FMCG. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang BNI memperkenalkan berbagai solusi keuangan guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat arus kas pelaku usaha FMCG.

Direktur Corporate Banking BNI Agung Prabowo mengatakan sektor FMCG memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena menjadi penggerak utama konsumsi rumah tangga dan menyerap tenaga kerja melalui rantai pasok yang luas, mulai dari principal, distributor, hingga retailer.

Baca Lainnya :

“Forum ini kami rancang sebagai ruang diskusi untuk memahami arah tren industri serta tantangan nyata di lapangan, sehingga BNI dapat hadir sebagai bagian dari solusi melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Agung dalam keterangan tertulis.

Sejumlah pembicara turut hadir dalam forum tersebut, antara lain Director of Business Development Shopee Indonesia Daniel Minardi, Partner Boston Consulting Group Ferry Malvinas, serta Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dyah Wahyu Purbandari. Para narasumber membahas dinamika industri FMCG di tengah perubahan perilaku konsumen, tekanan biaya logistik, hingga percepatan digitalisasi.

Dari sisi kebijakan, pemerintah menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien dengan tingkat optimisme konsumen yang relatif tinggi. Langkah-langkah strategis seperti relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penguatan sistem logistik nasional dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta daya saing industri FMCG, baik di pasar domestik maupun global.

Sebagai enabler transformasi digital, BNI memperkenalkan BNI Smart Receivables, solusi yang membantu digitalisasi proses keuangan FMCG yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual. Proses manual tersebut kerap menimbulkan keterlambatan pencatatan, inkonsistensi rekonsiliasi, serta minimnya integrasi dengan sistem enterprise resource planning (ERP).

“Melalui otomasi dan integrasi yang lebih baik, BNI Smart Receivables mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akurasi proses bisnis secara menyeluruh,” jelas Agung.

Selain itu, BNI juga menghadirkan solusi Supply Chain Financing untuk memperkuat arus kas dan meningkatkan efisiensi di sepanjang rantai nilai FMCG. Dalam sesi diskusi panel, para narasumber menyoroti beragam karakteristik buyer sebagai tantangan utama industri. Menjawab hal tersebut, BNI menawarkan platform digital terpadu yang mengintegrasikan proses billing dan collection, sehingga interaksi antara buyer dan seller dapat berlangsung lebih terstandarisasi dan efisien.

Melalui penguatan solusi digital dan kolaborasi lintas sektor, BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung modernisasi industri nasional. Perseroan optimistis pendekatan berbasis ekosistem dan digitalisasi keuangan dapat mendorong terciptanya rantai pasok FMCG yang lebih tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan BNIdirect dapat diakses melalui situs resmi BNI di bni.co.id, yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia. (AS/BN).