- Andi Arief: Pemerintah dan Koalisi Perlu Lebih Sabar Hadapi Kritik Publik
- SPPLNI-KPBI Adukan Dugaan Union Busting Ke DPR RI
- Buktikan Potensi Tanpa Batas, Siswa SLB C Mahardika Tampil Gemilang di Pentas Seni
- Kontraktor Menjerit, FORJASI Desak Pemerintah Segera Terbitkan SE Adjusment HPS Nasional
- Menginspirasi Lewat Aksi Nyata, IPDA Zulhamsyah Putra Konsisten Menjadi Sahabat Masyarakat
- Juara Australia Open 2026, Alwi Farhan Jadi Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia
- Setelah Tiga Bulan Bertahan, Sopir PT Tiga Berdikari Abadi Menang
- Ciomy Konsisten Mendukung Dakwah, Dukung Yuk Ngaji Hadirkan ITTIBA
- Dorong Buruh Perkebunan Perkuat Serikat
- PRSI Kunjungi Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Bahas Pengembangan Edukasi Robotika
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Keterangan Gambar : Ilustrasi Update Terakhir Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur
Bekasi — Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur belum benar-benar selesai, meski proses evakuasi telah dinyatakan rampung. Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih berjuang pulih di rumah sakit.
Benturan antara kereta komuter dan kereta jarak jauh pada Senin malam itu menyisakan kerusakan parah, terutama di bagian gerbong belakang KRL. Di titik itulah banyak penumpang terjebak, membuat proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu berjam-jam.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memastikan seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan. Ia juga menyebut operasi pencarian dan penyelamatan telah ditutup pada Selasa pagi.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Jakarta Pusat Gerak Cepat, Takziah ke Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur0
- Gara-Gara Taksi Serobot Palang Pintu Kereta !! 7 Orang Tewas0
- Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur0
- FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD DKI, Evaluasi PSO Berbasis Dampak0
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama0
“Seratus persen yang kami evakuasi perempuan… operasi SAR selesai pagi tadi.”
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik.”
Pernyataan itu terdengar rapi, seperti prosedur yang berjalan sebagaimana mestinya. Namun di balik kalimat-kalimat resmi, ada fakta yang lebih sunyi: sebagian besar korban berada di gerbong yang paling terdampak, dan banyak di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri.
Data sementara mencatat lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Sebagian dirawat dengan kondisi serius, sementara proses identifikasi korban meninggal masih terus berlangsung.
Di titik ini, tragedi bukan lagi sekadar soal angka. Ia berubah menjadi pertanyaan yang menggantung di udara, tentang sistem, tentang pengawasan, dan tentang seberapa sering kata “evaluasi” datang terlambat. Rel kembali sunyi, kereta mungkin akan kembali berjalan, tapi bagi sebagian keluarga, perjalanan sudah berhenti di Bekasi Timur.
_-_Copy.png)








_(1).png)

