- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Keterangan Gambar : Ilustrasi Update Terakhir Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur
Bekasi — Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur belum benar-benar selesai, meski proses evakuasi telah dinyatakan rampung. Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih berjuang pulih di rumah sakit.
Benturan antara kereta komuter dan kereta jarak jauh pada Senin malam itu menyisakan kerusakan parah, terutama di bagian gerbong belakang KRL. Di titik itulah banyak penumpang terjebak, membuat proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu berjam-jam.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memastikan seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan. Ia juga menyebut operasi pencarian dan penyelamatan telah ditutup pada Selasa pagi.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Jakarta Pusat Gerak Cepat, Takziah ke Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur0
- Gara-Gara Taksi Serobot Palang Pintu Kereta !! 7 Orang Tewas0
- Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur0
- FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD DKI, Evaluasi PSO Berbasis Dampak0
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama0
“Seratus persen yang kami evakuasi perempuan… operasi SAR selesai pagi tadi.”
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik.”
Pernyataan itu terdengar rapi, seperti prosedur yang berjalan sebagaimana mestinya. Namun di balik kalimat-kalimat resmi, ada fakta yang lebih sunyi: sebagian besar korban berada di gerbong yang paling terdampak, dan banyak di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri.
Data sementara mencatat lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Sebagian dirawat dengan kondisi serius, sementara proses identifikasi korban meninggal masih terus berlangsung.
Di titik ini, tragedi bukan lagi sekadar soal angka. Ia berubah menjadi pertanyaan yang menggantung di udara, tentang sistem, tentang pengawasan, dan tentang seberapa sering kata “evaluasi” datang terlambat. Rel kembali sunyi, kereta mungkin akan kembali berjalan, tapi bagi sebagian keluarga, perjalanan sudah berhenti di Bekasi Timur.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
