- 43 Perahu Hias dari Barang Bekas Meriahkan Festival CiLung 2026 di Danau Sunter
- Halte Kota Bambu: Ketika Akses Menuju Rumah Sakit Justru Menyulitkan Pasien
- Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
- KAI Logistik Catat Angkutan CPO 62 Ribu Ton, Perkuat Rantai Pasok Strategis
- Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa
- GEMA Motorcars Perkenalkan Koleksi Rare Cars, dari G-Class Limited Edition hingga Porsche 718 Spyder RS
- Haiti: Ketika Kekuasaan Menjadi Warisan Keluarga
- Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
- KAI Logistik Raih Penghargaan Sector Champion Logistik pada Danantara Indonesia CX100 Award 2026
- Dukung Ekonomi Digital di Daerah, BRI Region 11 Yogyakarta Lakukan Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada Asal Banyumas
43 Perahu Hias dari Barang Bekas Meriahkan Festival CiLung 2026 di Danau Sunter

Keterangan Gambar : Festival CiLung 2026 di Danau Sunter
BERNUSA.COM, Jakarta– Sebanyak 43 perahu hias berbahan barang bekas memeriahkan Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung) 2026 di kawasan Danau Sunter, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).
Festival ini menjadi ajang kreativitas sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah melalui pemanfaatan kembali barang bekas.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan parade 43 perahu hias yang melibatkan peserta dari 42 kecamatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.
Baca Lainnya :
- Halte Kota Bambu: Ketika Akses Menuju Rumah Sakit Justru Menyulitkan Pasien0
- Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi0
- KAI Logistik Catat Angkutan CPO 62 Ribu Ton, Perkuat Rantai Pasok Strategis0
- Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa0
- GEMA Motorcars Perkenalkan Koleksi Rare Cars, dari G-Class Limited Edition hingga Porsche 718 Spyder RS0
“Ini menunjukkan bahwa barang bekas dan sampah masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif,” kata Uus.
Ia menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Sejak 1 Agustus 2026, kebijakan tersebut mulai diberlakukan dan dikampanyekan secara masif. Melalui gerakan ini, Pemprov DKI Jakarta mendorong agar sampah dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, sehingga sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir hanya berupa residu.
Menurut Uus, upaya pengurangan sampah dari sumber akan terus digencarkan sembari mempersiapkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah modern di Jakarta.
“Festival ini salah satu bentuk bagaimana terus menggalakkan, menginformasikan, menyosialisasikan kepada masyarakat di Jakarta untuk terus mencintai dan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gurdesi, menjelaskan bahwa puluhan perahu yang mengikuti festival dibuat menggunakan material bekas, di antaranya sekitar 47 ribu botol plastik dan 8.000 galon air.
Selain parade dan lomba perahu hias, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyebaran benih ikan dan pemberian eco enzyme ke Danau Sunter sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bertema lingkungan.
Dudi mengatakan Festival CiLung telah menjadi agenda rutin tahunan. Pelaksanaan tahun ini dinilai lebih meriah dengan jumlah warga yang datang lebih ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Setelah perlombaan selesai, masyarakat juga diberi kesempatan untuk merasakan pengalaman menaiki perahu dan berwisata di Danau Sunter.
“Setelah lomba ini, kami beri kesempatan pada warga untuk bisa menaiki perahu berwisata di Danau Sunter,” tandasnya.
Melalui Festival CiLung 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, memanfaatkan barang bekas, serta menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
