- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
48 Gempa Susulan Terdeteksi, BMKG Pastikan Ancaman Tsunami Berakhir
.jpg)
Keterangan Gambar : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami
BERNUSA.COM, Jakarta, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026).
Gempa yang terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT ini berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Baca Lainnya :
- Usulan Warga Dibahas di Musrenbang Jakarta Timur, Fokus Pendidikan dan Pemberdayaan0
- Percepatan Jaringan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat0
- Menata Ulang Bantar Gebang: Antara Tragedi dan Tanggung Jawab Tata Kelola.0
- FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD DKI, Evaluasi PSO Berbasis Dampak0
- Saat Ibu Mulai Lupa: Kisah Emosional dalam Film, Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan0
“Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah,” ujar Faisal di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Kamis,(2/4/2026).
Kenaikan tersebut terpantau di Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, Belang 0,68 meter, serta Bumbulan 0,13 meter.
Meski sempat memicu kekhawatiran, BMKG memastikan peringatan dini tsunami resmi berakhir pada pukul 09.56 WIB.
Getaran Kuat, Warga Berhamburan
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, mengungkapkan gempa dirasakan kuat di tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Di Kota Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, menyebabkan warga panik hingga berlarian keluar rumah. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan kerusakan cerobong.
Di Manado, getaran terasa pada skala IV–V MMI, sementara wilayah Gorontalo seperti Bone Bolango dan Gorontalo Utara merasakan intensitas III MMI. Getaran lebih ringan juga dirasakan di Boalemo dan Pohuwato.
48 Gempa Susulan Terjadi
Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 48 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan dampak gempa, baik makroseismik maupun mikroseismik.
Selain itu, BMKG juga akan memasang portable seismograph di wilayah Maluku Utara dan Ternate guna memperkuat pengumpulan data.
Kerusakan Mulai Terdata
Laporan sementara menyebutkan adanya kerusakan di sejumlah titik, termasuk gedung KONI Sario di Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.
BMKG bersama seluruh unit pelaksana teknis di daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau perkembangan situasi dan potensi gempa susulan.
Imbauan untuk Warga
Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG, A. Fachri Radjab, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas.
“Masyarakat diimbau memeriksa struktur bangunan. Jika terdapat retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” ujarnya.
BMKG juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi dan melakukan evakuasi saat peringatan dini tsunami diberlakukan.
Situasi kini dinyatakan aman, namun masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
