- Prabowo Salurkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor
- Kapal Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Cirebon, Ada Wisata Edukasi Maritim Gratis
- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
48 Gempa Susulan Terdeteksi, BMKG Pastikan Ancaman Tsunami Berakhir
.jpg)
Keterangan Gambar : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami
BERNUSA.COM, Jakarta, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026).
Gempa yang terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT ini berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Baca Lainnya :
- Usulan Warga Dibahas di Musrenbang Jakarta Timur, Fokus Pendidikan dan Pemberdayaan0
- Percepatan Jaringan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat0
- Menata Ulang Bantar Gebang: Antara Tragedi dan Tanggung Jawab Tata Kelola.0
- FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD DKI, Evaluasi PSO Berbasis Dampak0
- Saat Ibu Mulai Lupa: Kisah Emosional dalam Film, Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan0
“Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah,” ujar Faisal di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Kamis,(2/4/2026).
Kenaikan tersebut terpantau di Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, Belang 0,68 meter, serta Bumbulan 0,13 meter.
Meski sempat memicu kekhawatiran, BMKG memastikan peringatan dini tsunami resmi berakhir pada pukul 09.56 WIB.
Getaran Kuat, Warga Berhamburan
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, mengungkapkan gempa dirasakan kuat di tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Di Kota Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, menyebabkan warga panik hingga berlarian keluar rumah. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan kerusakan cerobong.
Di Manado, getaran terasa pada skala IV–V MMI, sementara wilayah Gorontalo seperti Bone Bolango dan Gorontalo Utara merasakan intensitas III MMI. Getaran lebih ringan juga dirasakan di Boalemo dan Pohuwato.
48 Gempa Susulan Terjadi
Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 48 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan dampak gempa, baik makroseismik maupun mikroseismik.
Selain itu, BMKG juga akan memasang portable seismograph di wilayah Maluku Utara dan Ternate guna memperkuat pengumpulan data.
Kerusakan Mulai Terdata
Laporan sementara menyebutkan adanya kerusakan di sejumlah titik, termasuk gedung KONI Sario di Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.
BMKG bersama seluruh unit pelaksana teknis di daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau perkembangan situasi dan potensi gempa susulan.
Imbauan untuk Warga
Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG, A. Fachri Radjab, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas.
“Masyarakat diimbau memeriksa struktur bangunan. Jika terdapat retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” ujarnya.
BMKG juga mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi dan melakukan evakuasi saat peringatan dini tsunami diberlakukan.
Situasi kini dinyatakan aman, namun masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
