- Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan
- Budi Mulyawan Apresiasi Pembenahan Kota Jakarta Timur Menjadi Pelopor Jakarta Kota Global Dan Berbudaya
- Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
- IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?
- Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan
- Diprakarsai Agus Gumiwang, Kebijakan Gas Murah Topang Industri Meski Pasokan Tak Pernah Penuh
- Jenazah Ibu dan Bayi Tertahan karena Tagihan Rp24 Juta, Rekan Indonesia Sumut Turun Tangan
- PT Azwari Berlian Traaz Tandatangani MoU Dengan IKAPTRI Dorong Sinergi Pembangunan Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim
- BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru
- Rekan Indonesia Soroti Kesiapan Digitalisasi RSUD Jakarta
Budi Mulyawan Apresiasi Pembenahan Kota Jakarta Timur Menjadi Pelopor Jakarta Kota Global Dan Berbudaya

BERNUSA.COM, Jakarta, — Jaya Center Foundation menilai Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menunjukkan sejumlah langkah pembenahan yang dapat memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan ruang publik di Jakarta.
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Jaya Center Foundation, Budi Mulyawan mengatakan, refleksi perjalanan sepanjang 2026 menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan potensi Jakarta Timur melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai unsur lainnya.
Menurut Budi, Jakarta Timur memiliki posisi strategis karena menjadi wilayah dengan jumlah penduduk yang besar sekaligus menjadi penghubung Jakarta dengan kawasan penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Jawa Barat. Potensi tersebut diperkuat oleh keberadaan kawasan industri, pusat perdagangan, simpul transportasi, hingga destinasi wisata.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto0
- IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?0
- Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan0
- Diprakarsai Agus Gumiwang, Kebijakan Gas Murah Topang Industri Meski Pasokan Tak Pernah Penuh0
- Jenazah Ibu dan Bayi Tertahan karena Tagihan Rp24 Juta, Rekan Indonesia Sumut Turun Tangan0
“Jakarta Timur memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pembenahan wilayah tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga bagaimana potensi ekonomi, lingkungan, budaya, dan masyarakat dapat dikembangkan menjadi nilai tambah bagi warga,” ujar Budi dalam refleksi Jaya Center Foundation 2026. di Jakarta, Kamis (22/10/2026)
Lebih lanjut Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Jaya Center Foundation Budi Mulyawan, memberikan apresiasi kepada Walikota Administrasi Jakarta Timur Munjirin atas sejumlah program yang dinilainya sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembenahan tersebut antara lain mencakup penataan wilayah dan antisipasi banjir, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sampah dari sumber, kesehatan lingkungan, serta pengembangan sektor sosial, wisata, dan ekonomi kreatif.
Di bidang lingkungan, misalnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong penataan sejumlah kawasan dan melakukan pengerukan saluran serta kali sebagai bagian dari upaya mengantisipasi genangan.
Program urban farming juga dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif masyarakat.
Pada sektor persampahan, Budi menilai gerakan memilah sampah dari rumah menjadi salah satu langkah penting karena melibatkan masyarakat secara langsung. Program tersebut juga dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan publik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Pembenahan kota akan lebih kuat apabila masyarakat menjadi bagian dari prosesnya. Pemerintah memiliki peran penting dalam menyiapkan kebijakan dan fasilitas, sementara masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta lembaga lainnya dapat memperkuat pelaksanaannya,” kata Budi.
Dalam refleksi tersebut, Jaya Center Foundation juga menyoroti potensi Banjir Kanal Timur (BKT) sepanjang sekitar 23,6 kilometer sebagai ruang publik sekaligus kawasan ekonomi kreatif.
Budi menyebut gagasan pengembangan BKT menjadi pusat kuliner modern dengan konsep “Jakarta Crystal Tunnel” dapat menjadi nilai tambah dari program penataan kawasan BKT yang telah berjalan.
Menurut dia, pengembangan BKT tidak harus berhenti pada fungsi pengendalian banjir dan ruang terbuka. Kawasan tersebut juga berpotensi menjadi ruang interaksi masyarakat, destinasi wisata malam, serta etalase bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jakarta Timur.
“Gagasan BKT menjadi pusat kuliner modern merupakan nilai tambah yang bisa melengkapi penataan BKT sebagai ruang publik. Konsepnya tentu perlu dikaji secara matang, termasuk aspek tata ruang, lingkungan, kebersihan, keamanan, dan keberpihakan kepada UMKM,” ujar Budi.
Ia menilai konsep tersebut berpotensi mempertemukan sejumlah kekuatan Jakarta Timur, mulai dari besarnya jumlah penduduk, keberadaan UMKM, akses transportasi, hingga kedekatan dengan sejumlah destinasi wisata seperti Taman Mini Indonesia Indah dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Budi juga menekankan pentingnya memastikan pengembangan kawasan BKT tidak menimbulkan persoalan baru. Penataan pedagang dan pengelolaan sampah, menurut dia, harus menjadi bagian dari desain sejak awal sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung secara tertib dan berkelanjutan.
Selain BKT, Jaya Center Foundation melihat potensi kawasan industri Pulo Gadung, pusat perdagangan Jatinegara, Pasar Induk Kramat Jati, serta berbagai simpul transportasi sebagai modal penting untuk memperkuat perekonomian Jakarta Timur.
Kolaborasi pemerintah dengan masyarakat juga menjadi perhatian Jaya Center Foundation. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan sosial yang akan digelar masyarakat Cipinang Muara pada November 2026 berupa pemeriksaan dan pembagian sekitar 500 kacamata gratis bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan sosial tersebut rencananya akan dihadiri Walikota Jakarta Timur Munjirin. Sejumlah tokoh masyarakat Cipinang Muara, seperti : Nachrowi (Ketua RW 14 Kelurahan Cipinang muara), Ruchyat (Ketua LMK Kelurahan Cipinang Muara) dan Subadi (LMK Cipinang Muara) turut terlibat dalam persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh LMK Cipinang Muara, Kec Jatinegara Jakarta Timur yang juga akan diliput Media OpiniNewsTV dan media masa lainnya tersebut.
Sebelumnya, Jaya Center Foundation juga memberikan Piagam Penghargaan JMFF 2026 kepada Munjirin sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival film pendek se-Jawa Bali tersebut.
Budi mengatakan berbagai kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang produktif antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi berbagai kelompok masyarakat.
“Refleksi 2026 ini menjadi momentum untuk melihat apa yang sudah dilakukan sekaligus apa yang masih dapat dikembangkan. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Jakarta Timur dan berharap kolaborasi dengan masyarakat semakin diperkuat,” ujar Budi.
Ia berharap pembenahan Jakarta Timur ke depan dapat diarahkan untuk memperkuat karakter wilayah sebagai kota yang produktif, inklusif, berbudaya, sekaligus memiliki ruang publik yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Lanjut Budi Mulyawan. Bagi Jaya Center Foundation, pengembangan Jakarta Timur sebagai bagian dari Jakarta kota global harus tetap berpijak pada kebutuhan warga. Penguatan ekonomi lokal, penataan lingkungan, pengembangan ruang publik, serta pelestarian nilai sejarah dan budaya dinilai dapat berjalan beriringan.
"Maka dengan potensi penduduk, industri, perdagangan, transportasi, UMKM, serta kawasan wisata yang dimiliki, Jakarta Timur dinilai memiliki modal kuat untuk terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Jakarta." pungkasnya.
Editor : (RED/SAN)
_-_Copy.png)



.jpg)

.jpg)



_(1).png)
