- Perkuat Layanan Kesehatan di Hari Batik Nasional, BRI Serahkan Ambulans untuk SMA Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten
- Prabowo Salurkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor
- Kapal Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Cirebon, Ada Wisata Edukasi Maritim Gratis
- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
Dugaan Kekerasan Usai Demo 27 Agustus, SPAI Desak Polri Tindak Tegas dan Evaluasi Pelibatan Ormas

Keterangan Gambar : Lily Pujiati, Ketua SPAI
Bernusa.com. JAKARTA — Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tegas dugaan kekerasan terhadap pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat yang terjadi setelah aksi unjuk rasa di depan DPR RI pada 27 Agustus 2026.
SPAI menilai dugaan kekerasan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum. Dalam pernyataan sikapnya, SPAI menyebut organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap ojol dan masyarakat setelah kegiatan penyampaian pendapat.
Menurut SPAI, insiden tersebut mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia, yang disebut bernama Bambang Setiyawan.
Baca Lainnya :
- Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk0
- Saatnya Pelindo Memimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN0
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI0
- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat0
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi0
Ketua SPAI Lily Pujiati juga mendesak Kapolri bertanggung jawab atas pelibatan ormas dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
"Menuntut Kapolri untuk bertanggung jawab atas pelibatan ormas dalam pengamanan unjuk rasa yang berujung pada tindakan kekerasan terhadap ojol dan masyarakat yang menimbulkan korban luka dan korban jiwa," kata Lily dalam pernyataan sikap SPAI, hari ini (30/8).
SPAI meminta Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelibatan ormas dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat. Menurut organisasi tersebut, pengamanan aksi seharusnya menjamin keselamatan peserta aksi maupun masyarakat, bukan justru membuka ruang terjadinya intimidasi dan kekerasan.
Tegaskan Hak Menyampaikan Pendapat
Di tengah situasi tersebut, SPAI menyerukan kepada seluruh pengemudi ojol dan masyarakat agar tetap menggunakan hak konstitusional untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat.
SPAI mengajak masyarakat menjaga solidaritas serta saling melindungi dari berbagai bentuk intimidasi, teror, dan tindakan kekerasan.
Seruan tersebut merujuk pada Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan, "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat."
SPAI menyampaikan tiga sikap utama, yakni mendesak Polri menindak tegas pihak yang diduga terlibat kekerasan, menuntut pertanggungjawaban Kapolri atas pelibatan ormas dalam pengamanan unjuk rasa, serta menyerukan kepada ojol dan masyarakat untuk tetap memperjuangkan hak konstitusionalnya.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
