- Prabowo Salurkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor
- Kapal Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Cirebon, Ada Wisata Edukasi Maritim Gratis
- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Prabowo Salurkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor

Keterangan Gambar : Sebanyak 160 unit becak listrik disalurkan kepada pengayuh becak lanjut usia (lansia) di Kota Bogor, Jawa Barat.
BERNUSA.COM, Bogor – Sebanyak 160 unit becak listrik disalurkan kepada pengayuh becak lanjut usia (lansia) di Kota Bogor, Jawa Barat. Bantuan yang disebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) ini diharapkan dapat meringankan beban fisik para pengayuh becak.
Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama YGSN, Nuryana, mengatakan program bantuan becak listrik telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 13.000 unit telah didistribusikan dari target sebanyak 25.000 unit.
Setelah menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, penyaluran bantuan kini difokuskan ke Jawa Barat sebelum dilanjutkan ke daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- Infantino di Istana: Indonesia Tuan Rumah Luar Biasa bagi Sepak Bola ASEAN0
- Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Beruntun, BMKG Catat 42 Aktivitas Seismik0
- Penggabungan Badan Geologi-BMKG Diwacanakan Prabowo, Puan Minta Kajian Mendalam0
- Mulyadi Pastikan DPR RI Kawal Pemekaran DOB Bogor Timur dan Bogor Barat0
- 10 Pohon Tua di Jalan Riau Bandung Ditebang, Farhan Minta Gakkum KLH Turun Tangan0
Menurut Nuryana, becak listrik tersebut diproduksi PT Pindad dengan desain yang memudahkan pengoperasian dan perawatan. Perawatan harian terutama meliputi pengisian daya baterai dan menjaga kebersihan kendaraan.
Pengisian baterai dari kondisi sekitar 20 persen hingga penuh diperkirakan membutuhkan waktu dua jam, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 36 kilometer.
Nuryana menambahkan, para penerima yang mayoritas berusia lanjut dapat mempelajari cara mengoperasikan becak listrik dalam waktu singkat setelah mendapatkan arahan.
“Rata-rata, walaupun yang kita berikan adalah lansia, ketika diajari sedikit, sebentar saja sudah bisa,” ujar Nuryana, Rabu (14/10/2026).
Setiap penerima bantuan juga diwajibkan menandatangani surat perjanjian dan pakta integritas. Salah satu ketentuannya adalah larangan menjual atau mengalihkan becak listrik kepada pihak lain. Jika ketentuan tersebut dilanggar, yayasan dapat menarik kembali unit bantuan.
Pemkot Bogor Siapkan Legalitas Pengemudi
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan penerima bantuan merupakan pengayuh becak berusia di atas 55 tahun yang telah melalui proses seleksi.
Pemerintah Kota Bogor akan mengawal pemanfaatan bantuan tersebut, termasuk menyiapkan proses legalitas pengemudi, pelatihan, serta pengaturan lokasi operasional agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagian penerima bantuan telah mengikuti pelatihan selama tiga hari yang diberikan pihak yayasan. Meski demikian, Pemkot Bogor tetap menyiapkan proses pengujian dan legalitas mengemudi karena pengoperasian becak listrik berbeda dengan becak konvensional.
Pemkot Bogor juga berharap para penerima dapat beralih sepenuhnya dari becak konvensional ke becak listrik agar tujuan program untuk mengurangi beban fisik pengayuh lansia dapat tercapai.
“Becak lama harusnya ditarik dan tidak digunakan kembali, agar semangat untuk menyelesaikan permasalahan mengayuh di usia rentan itu sudah terhenti dan terkonversi menjadi becak listrik,” ujar Jenal.
Melalui bantuan ini, para pengayuh becak lansia diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan beban fisik yang lebih ringan. Pemerintah daerah juga akan mengawal penggunaan becak listrik agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai aturan.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
