- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
Fase Puncak Haji Berjalan Aman, Kementerian Haji Apresiasi Kedisiplinan Jemaah IndonesiaMina

Keterangan Gambar : Fase Puncak Haji Berjalan Aman.
BERNUSA.COM, Mina,– Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan pelaksanaan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi pada fase Mina hingga hari Tasyrik ketiga, Sabtu (30/5/2026), berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani saat ini tengah menyelesaikan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga.
“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,” ujar Ichsan dalam keterangannya.
Baca Lainnya :
Ia mengapresiasi kedisiplinan jemaah Indonesia yang dinilai patuh terhadap arahan petugas dan mengikuti jadwal pergerakan menuju Jamarat sesuai ketentuan. Menurutnya, ketertiban jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran selama fase Mina berlangsung.
Pada hari Tasyrik ketiga, jemaah yang mengambil Nafar Tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau agar pelaksanaan lontar dilakukan sesuai jadwal kloter yang telah ditetapkan guna menghindari kepadatan.
“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran layanan selama fase Mina, sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina disiagakan di sejumlah titik strategis. Pos pantau ditempatkan di berbagai jalur menuju Jamarat guna membantu pengaturan arus jemaah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan keselamatan selama proses ibadah berlangsung.
Sejak Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju hotel masing-masing di Makkah. Namun demikian, kepadatan lalu lintas masih berpotensi terjadi sehingga memungkinkan adanya pengalihan jalur kendaraan.
“Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel. Kami mengupayakan jemaah dapat diturunkan di depan hotel. Namun apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel,” ujar Ichsan.
Selain memastikan kelancaran mobilitas jemaah, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca Mina yang masih cukup panas. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi agar tetap mendapatkan pendampingan yang memadai.
“Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
