- Institut Marhaenisme 27 Luncurkan Marhaenis Watch
- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
Menkop Resmikan Koperasi MCMI, Targetkan Sinergi Berbasis Masjid dan Ekonomi Lokal

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
BERNUSA.COM, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) yang berlokasi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (14/3). Peresmian ini menandai komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan sistem ekonomi berbasis masjid dan konektivitas dengan potensi ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen penuh untuk mendampingi, membina, hingga memberikan akses pembiayaan bagi koperasi berbasis masjid. Ia menyebutkan bahwa masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat perputaran ekonomi umat.
"Kapasitas Kementerian Koperasi memang bertugas membina koperasi, kami memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang siap membantu pengembangan kegiatan koperasi MCMI," ujar Menkop di hadapan pengurus MCMI.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Teken MoU Bersama SCO-ETEC Guna Tingkatkan Potensi Ekonomi Perikanan dan Kelautan Melalui Koperasi0
- Kemenkop Fasilitasi Pelaku Usaha Binaan Koperasi Lewat Bazaar Harmoni Ramadan 20260
- Lebih dari 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadhan Kementerian UMKM di Jakarta0
- Menkop: Proyek Backbone Fiber Optik Didorong Jadi Penopang Layanan Internet Kopdes Merah Putih0
- Menkop Ajak KB PPI untuk Bersinergi dengan Kopdes Merah Putih0
Menkop berharap Koperasi MCMI di Masjid Sunda Kelapa ini dapat menjadi contoh positif bagi rencana pembentukan koperasi-koperasi berbasis masjid di wilayah lainnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengikuti jejak sukses Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Timur yang telah memiliki aset triliunan rupiah.
Lebih lanjut, Menkop menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih dalam dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama guna menyusun peta jalan pembangunan koperasi masjid secara sistematis di seluruh tanah air.
Sementara itu Menkop menjelaskan bahwa pemerintah sedang masif membangun Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di 83.000 titik di seluruh Indonesia. Saat ini, sebanyak 32.000 bangunan fisik sedang dalam proses pengerjaan, dan 2.200 di antaranya telah rampung 100 persen.
Ia mendorong agar Koperasi MCMI dapat berperan sebagai produsen barang-barang kebutuhan pokok yang nantinya akan dipasarkan melalui jaringan ritel Koperasi Desa Merah Putih.
"Saya mengharapkan Koperasi Masjid ini yang memproduksi barang-barang, yang dapat dijual di seluruh gerai Koperasi Desa. Kita punya gerainya, maka barangnya pun harus dari kita sendiri," tegasnya.
Selain sebagai penyedia logistik, Koperasi Masjid juga diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan mikro yang melindungi pelaku usaha kecil dari praktik ilegal.
Menkop menyoroti banyaknya pelaku UMKM di sekitar masjid yang bersifat perorangan dan rentan terpinggirkan karena tidak memiliki badan usaha. Koperasi hadir sebagai wadah hukum yang memberikan akses permodalan sekaligus bantuan hukum bagi mereka.
Ketua Umum Pengurus Besar MCMI, Wisnu Dewanto, menyoroti ekosistem masjid yang sudah terbiasa mengurus umat dari lahir hingga meninggal dunia secara ikhlas. Dengan jumlah sekitar 900.000 masjid di seluruh Indonesia, ia yakin pemberdayaan yang substansif melalui kerja sama antar kementerian akan membawa dampak luar biasa.
"Masyarakat masjid itu siap menghadapi situasi sulit. Mereka bisa menjadi dapur umum hingga tempat karantina secara mendadak. Jika diberdayakan secara struktural, mereka akan bergerak secara organik seperti mesin untuk mengurus umat," jelas Wisnu.
Koperasi MCMI saat ini telah membina sedikitnya 100 pelaku UMKM di sekitar kawasan Masjid Sunda Kelapa. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra, seperti sektor penerbangan, produk minyak lokal, hingga pengusaha muslim lainnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

