- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
PRSI Dampingi Kunjungan Kerja Wapres, Perluas Program Robotika untuk Negeri di Pesantren
Dorong transformasi pendidikan pesantren melalui pengembangan robotika dan AI sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Keterangan Gambar : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berdialog bersama para santri saat mempresentasikan hasil karya kecerdasan buatan (AI) dan robotika di Aula Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) turut mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selasa (20/1). Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mendorong pengembangan pembelajaran robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya di lingkungan pendidikan pesantren.
Kehadiran Wakil Presiden di Ponpes Cipasung menegaskan komitmen negara dalam mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus memastikan pemerataan akses pembelajaran sains dan teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat. Pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan nasional dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara moral dan spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Baca Lainnya :
- LBH Matasiri Dorong Restitusi dan Perlindungan Saksi dalam Kasus Pembunuhan Tapos0
- BNI Perkuat Transformasi Digital UMKM melalui Sosialisasi AI di Smesco0
- Adian Radiatus : Imlek Adalah Budaya Warga Tionghoa Bersyukur Di Tahun Sin Cia0
- PW. Formula Mengucapkan Selamat Kepada Peserta dari Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Syiekar Chilashi Juara 1, Dai Tingkat Nasional 0
- Menkop: Piazza Firenze Garut Jadi Bukti Koperasi Bisa Maju dan Moderen0
Sebelum pelaksanaan kunjungan kerja Wakil Presiden, PRSI melalui tim guru robotiknya telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan pembelajaran robotika kepada para santri di lingkungan Ponpes Cipasung. Program pembelajaran tersebut menyasar santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dan dirancang secara bertahap serta kontekstual, menyesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan masing-masing jenjang.
Materi pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengenalan dasar robotika, tetapi juga mencakup penguatan logika berpikir, pemrograman sederhana, serta pemahaman awal tentang kecerdasan buatan. Pendekatan praktik langsung (hands-on learning) diterapkan agar para santri dapat memahami konsep teknologi secara aplikatif dan menyenangkan.
PRSI memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran tersebut merupakan bagian dari Program Robotika untuk Negeri, sebuah inisiatif nasional yang digagas oleh Persatuan Robotika Seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperluas dan memeratakan akses pendidikan robotika dari tingkat dasar hingga menengah di berbagai daerah, termasuk wilayah pesantren dan daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan teknologi.
Melalui pendampingan ini, PRSI berharap pembelajaran robotika tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan literasi teknologi, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, daya nalar kritis, serta kesiapan generasi muda khususnya santri dalam menghadapi tantangan era digital dan kebutuhan industri masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata PRSI dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. PRSI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait guna memastikan robotika dan kecerdasan buatan dapat diakses secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh penjuru Tanah Air.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
