- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Wamenkop: Koperasi Harus Masuk Sektor Produksi hingga Distribusi

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida Farichah melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al Firdaus di Candipuro, Lampung Selatan, pada Senin (4/5/2026).
BERNUSA.COM, Lampung Selatan – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al Firdaus di Candipuro, Lampung Selatan, pada Senin (4/5/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum sosialisasi program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pejabat daerah dan pengurus koperasi pesantren.
Wamenkop menegaskan bahwa Kementerian Koperasi tidak hanya fokus pada pengembangan Koperasi Desa (Kopdes), tetapi juga tetap memberikan perhatian penuh terhadap koperasi yang telah lama berdiri, termasuk koperasi produksi seperti yang dikelola Pondok Pesantren Al Firdaus.
Baca Lainnya :
- Hari Bakti Pemasyarakatan, Kemenkop dan Kemenimipas Berdayakan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi0
- Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro0
- Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan0
- Wamenkop Dorong Koperasi BMTNU Bersinergi dengan 419 Kopdes yang Akan Dibangun di Bojonegoro0
- Wamenkop Ajak Koperasi Jasa TC Invest sebagai Penguat Ekosistem Baru Koperasi Bersama Kopdes0
“Kami terus mengawal koperasi yang sudah berjalan, sekaligus mendorong koperasi masuk ke sektor produksi, industri, dan distribusi,” ujar Farida.
Ia juga menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, arahan Presiden menekankan agar seluruh daerah, baik desa maupun kabupaten, mampu menjaga ketersediaan pangan secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkop menyoroti potensi besar Lampung Timur sebagai sentra tanaman cokelat. Oleh karena itu, penguatan koperasi produsen di sektor agro dinilai krusial, terutama dalam hal akses permodalan, perluasan pasar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin koperasi di Lampung Timur semakin kuat, terutama di sektor agro yang menjadi keunggulan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai ekosistem ekonomi berbasis masyarakat desa yang terintegrasi, termasuk dalam hal distribusi dan pemasaran produk.
“Terkait akses pasar, seharusnya tidak menjadi kendala karena didukung oleh jaringan outlet yang sudah tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 2.650 titik Koperasi Desa Merah Putih di Lampung. Dari jumlah tersebut, 174 titik telah selesai dibangun hingga pekan lalu.
“Khusus Lampung Timur terdapat 564 titik, dengan 264 titik masih dalam proses pembangunan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program ini,” paparnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
