- Saatnya Pelindo Memimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI
- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
Wamenkop: Koperasi Harus Masuk Sektor Produksi hingga Distribusi

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida Farichah melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al Firdaus di Candipuro, Lampung Selatan, pada Senin (4/5/2026).
BERNUSA.COM, Lampung Selatan – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al Firdaus di Candipuro, Lampung Selatan, pada Senin (4/5/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum sosialisasi program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pejabat daerah dan pengurus koperasi pesantren.
Wamenkop menegaskan bahwa Kementerian Koperasi tidak hanya fokus pada pengembangan Koperasi Desa (Kopdes), tetapi juga tetap memberikan perhatian penuh terhadap koperasi yang telah lama berdiri, termasuk koperasi produksi seperti yang dikelola Pondok Pesantren Al Firdaus.
Baca Lainnya :
- Hari Bakti Pemasyarakatan, Kemenkop dan Kemenimipas Berdayakan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi0
- Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro0
- Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan0
- Wamenkop Dorong Koperasi BMTNU Bersinergi dengan 419 Kopdes yang Akan Dibangun di Bojonegoro0
- Wamenkop Ajak Koperasi Jasa TC Invest sebagai Penguat Ekosistem Baru Koperasi Bersama Kopdes0
“Kami terus mengawal koperasi yang sudah berjalan, sekaligus mendorong koperasi masuk ke sektor produksi, industri, dan distribusi,” ujar Farida.
Ia juga menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, arahan Presiden menekankan agar seluruh daerah, baik desa maupun kabupaten, mampu menjaga ketersediaan pangan secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkop menyoroti potensi besar Lampung Timur sebagai sentra tanaman cokelat. Oleh karena itu, penguatan koperasi produsen di sektor agro dinilai krusial, terutama dalam hal akses permodalan, perluasan pasar, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin koperasi di Lampung Timur semakin kuat, terutama di sektor agro yang menjadi keunggulan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai ekosistem ekonomi berbasis masyarakat desa yang terintegrasi, termasuk dalam hal distribusi dan pemasaran produk.
“Terkait akses pasar, seharusnya tidak menjadi kendala karena didukung oleh jaringan outlet yang sudah tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 2.650 titik Koperasi Desa Merah Putih di Lampung. Dari jumlah tersebut, 174 titik telah selesai dibangun hingga pekan lalu.
“Khusus Lampung Timur terdapat 564 titik, dengan 264 titik masih dalam proses pembangunan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program ini,” paparnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
