- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
PB.GPMI Minta Kepolisian Usut Tuntas Kejadian Pelecehan Agama di Booth Newport, Ancol Jakarta

Keterangan Gambar : H. Syarief Hidayatullah
BERNUSA.COM: Jakarta – Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB. GPMI) mengecam dugaan penggunaan hafalan atau pembacaan Surah Ad-Dhuha sebagai bagian dari aktivitas untuk mendapatkan minuman beralkohol di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project di kawasan Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).
Hal tersebut mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aktivitas di booth minuman beralkohol Newport beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat aktivitas yang mengaitkan hafalan atau pembacaan Surah Ad-Dhuha dengan pemberian minuman beralkohol.
Ketum GPMI Syarief Hidayatullah sangat prihatin atas kejadian tersebut dan menilai, jika hal itu benar terjadi seperti terlihat dalam video, maka tindakan itu sangat tidak pantas karena membawa ayat suci Al-Qur’an ke dalam aktivitas yang berkaitan dengan kaharaman minuman keras.
Baca Lainnya :
"PB. GPMI mengecam keras kejadian tersebut, karena Al-Qur’an merupakan kitab suci yang harus dihormati oleh semua pihak dan tidak sepantasnya ayat-ayat suci dijadikan bagian dari sebuah tantangan untuk mendapatkan minuman keras,” ungkap Syarief.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semestinya dianggap sekadar gimmick atau bentuk kreativitas dalam sebuah acara hiburan, ini sudah pelecehan kami meminta kepada aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tuntas untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
“Kami meminta kepolisian bergerak cepat dan mengusut tuntas. Kalau dari hasil penyelidikan ditemukan adanya unsur pidana, kami meminta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Syarief juga meminta penyelenggara The Sounds Project serta pihak yang bertanggung jawab atas booth Newport memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kejadian tersebut.
“Jangan sampai persoalan yang menyangkut simbol dan ayat suci agama dianggap sekadar persoalan promosi. Kebebasan berekspresi dan kreativitas dalam event tetap memiliki batas, terutama ketika menyentuh kesucian agama,” kata Syarief.
"Cabut perizinan, mulai izin produksi dan izin edar dari produk Newport. Termasuk izin dari pabrik yang melakukan kegiatan produksi minuman alkohol merek Newport tersebut sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku" tambah Syarief
_-_Copy.png)









_(1).png)
