- Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
- PTPP Perkuat Portofolio dan Keberlanjutan Bisnis melalui Kepercayaan Pupuk Kaltim atas Kontrak Baru Proyek EPC Dermaga 11 Senilai Rp400 Miliar
- Tanggal Rilis Versi Steam ADV Pendamping Kerja dan Komunikasi Muv-Luv Girls Garden Mellow Days
- Anies Baswedan Berduka atas Wafatnya Atika Nur Rahmania: Jakarta Kehilangan Sosok Perempuan Hebat
- Rekan Indonesia Serahkan Kajian Indeks Kesehatan Jakarta Timur kepada Wali Kota Munjirin
- Terima Pengurus DPP GMNI, Wamentrans RI Viva Yoga Tegaskan Nasionalisme Indonesia Berciri Religius Dan Antikolonialisme
- Konsolidasi PAN Jawa Timur, Waketum PAN Viva Yoga Sampaikan PAN Memiliki Program Konkret Untuk Rakyat
- KPAI : Penegakan Hukum Harus Tetap Menjamin Perlindungan Dan Martabat Santriwati Anak
- DPN KOMBATAN Desak Pemprov Jakarta Tunaikan Hak Warga Dan Tagih Piutang Rp 17,67 Triliun
- Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
Anies Baswedan Berduka atas Wafatnya Atika Nur Rahmania: Jakarta Kehilangan Sosok Perempuan Hebat

Keterangan Gambar : Ilustrasi oleh Bernusa.com
Bernusa.com. JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan ungkapan duka cita atas wafatnya Atika Nur Rahmania, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta. Atika meninggal dunia pada Rabu, 4 November 2026.
Kabar duka tersebut diterima Anies saat sedang berada di Beijing, China. Melalui ungkapan belasungkawa yang disampaikannya, Anies mengenang Atika sebagai sosok perempuan hebat yang memiliki kapasitas, kreativitas, dan dedikasi besar dalam membangun Jakarta.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jakarta kehilangan seorang perempuan hebat. Kabar duka ini diterima saat kami sedang berada di Beijing," tulis Anies hari ini (5/11).
Baca Lainnya :
- Jakarta Perluas Program Sekolah Gratis pada 2027, Jakarta Institute: Pendidikan Jangan Terhambat Kemampuan Ekonomi0
- Pemprov DKI Tebus 2.810 Ijazah Tertahan, Anggaran Tembus Rp 4,67 Miliar0
- Pramono Anung Teratas di Mata Anak Muda, Integritas Jadi Ujian Utama0
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka0
- MELURUSKAN POLEMIK PEMBANGUNAN RSUD CAKUNG0
Anies kemudian mengenang awal perkenalannya dengan Atika ketika dirinya baru mulai bertugas di Jakarta. Saat itu, ia menghadiri sebuah eksebisi di Universitas Indonesia (UI) yang diikuti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Anies mengaku terkesan melihat gerai Pemprov DKI Jakarta yang ditampilkan secara kreatif, modern, dan jauh dari kesan birokrasi pemerintahan yang kaku. Gerai tersebut juga dijaga oleh para calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tampil terlatih dan penuh semangat.
Rasa penasaran membuat Anies bertanya siapa sosok di balik konsep dan rancangan gerai tersebut. Dari situlah ia pertama kali mengenal Atika Nur Rahmania, yang akrab disapa Bu Tika.
"Bu Tika kami memanggilnya," kenang Anies.
Menurut Anies, ketika pertama kali dikenalnya, Atika masih menduduki jabatan pejabat level menengah. Namun, ia menilai posisi tersebut belum mencerminkan kapasitas dan kemampuan sesungguhnya yang dimiliki Atika.
Kepercayaan kemudian diberikan kepada Atika untuk mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, termasuk membina pengembangan Jakarta Smart City.
Di bawah kepemimpinannya, salah satu terobosan penting yang lahir adalah JAKI (Jakarta Kini), sebuah aplikasi super yang tidak sekadar menjadi kanal pengaduan masyarakat, tetapi berkembang menjadi platform layanan publik terpadu bagi warga Jakarta.
Kontribusi Atika juga terlihat ketika pandemi Covid-19 melanda. Anies mengenang bagaimana Atika membangun portal informasi yang menjadi rujukan masyarakat setiap hari untuk memperoleh informasi terkait perkembangan pandemi.
Portal tersebut sekaligus memudahkan warga Jabodetabek mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Bagi Anies, kerja Atika pada masa pandemi bukan sekadar pencapaian dalam pengembangan teknologi pemerintahan. Lebih dari itu, sistem informasi dan layanan digital yang dibangunnya ikut membantu masyarakat memperoleh akses vaksinasi dan informasi kesehatan secara cepat.
"Ia ikut berjasa menyelamatkan banyak warga Jakarta," tulis Anies mengenang kontribusi almarhumah.
Kenangan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Anies, Atika bukan semata-mata seorang birokrat yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ia adalah sosok pekerja pemerintahan yang mampu menerjemahkan kreativitas dan teknologi menjadi pelayanan publik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kepergian Atika Nur Rahmania menjadi kehilangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama bagi mereka yang pernah bekerja bersama dan menyaksikan dedikasinya dalam membangun pelayanan publik yang lebih modern.
Selamat jalan, Bu Tika. Jejak pengabdian dan karya yang ditinggalkan akan menjadi bagian dari perjalanan Jakarta.
_-_Copy.png)








_(1).png)
