- OJK Amankan Rp 825 Miliar Dana Korban Penipuan, Investor Kripto Waspadai Modus Scam
- Pemprov DKI Tebus 2.810 Ijazah Tertahan, Anggaran Tembus Rp 4,67 Miliar
- Rekan Indonesia Sulbar Gelar Rakerwil
- Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah
- Penggerebekan Pesantren Putri Disorot, Pemuda Formula dan PBM Beri Polri Tenggat 3x24 Jam
- Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026
- Amryan Fajri, Mantri BRI yang Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu
- Persija Tak Bisa Gunakan SUGBK hingga April 2027, Rumput Stadion Diperbaiki
- Tagihan IGD Rp 4 Juta Pasien RSUD Cilincing Dihapus setelah REKAN Indonesia Turun Tangan
- KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Pemprov DKI Tebus 2.810 Ijazah Tertahan, Anggaran Tembus Rp 4,67 Miliar

Keterangan Gambar : Pemprov DKI Tebus 2.810 Ijazah Tertahan, Anggaran Tembus Rp 4,67 Miliar
Bernusa.com. JAKARTA – Sebanyak 2.810 warga Jakarta akhirnya bisa mengambil ijazah yang selama ini tertahan karena persoalan ekonomi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) BAZIS mengalokasikan anggaran Rp4,67 miliar untuk program pemutihan ijazah tahap kedua tahun 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, bantuan tersebut diserahkan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).
"Pemerintah DKI Jakarta kembali menyerahkan bantuan untuk pemutihan ijazah tahap 2 tahun 2026. Penerimanya 2.810 warga," kata Pramono.
Baca Lainnya :
- Ketika Syarat Konstitusional Wakil Presiden Dipersoalkan0
- Pramono Anung Teratas di Mata Anak Muda, Integritas Jadi Ujian Utama0
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka0
- MELURUSKAN POLEMIK PEMBANGUNAN RSUD CAKUNG0
- Jakarta Financial Festival 2026 Resmi Dibuka, Fokus Perkuat Inklusi Keuangan0
Ia menjelaskan, total anggaran yang dikucurkan melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan BAZNAS BAZIS mencapai Rp4.671.693.000.
Para penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, termasuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Tercatat 289 penerima merupakan lulusan SKB, sementara tiga lainnya berasal dari SLB.
Menurut Pramono, program ini ditujukan untuk membantu warga yang selama bertahun-tahun belum bisa mengambil ijazah akibat keterbatasan ekonomi maupun persoalan administrasi.
Ia bahkan mengungkapkan, salah seorang penerima bantuan mengaku ijazahnya telah tertahan selama sepuluh tahun. Sebuah penantian yang tentu tidak sebentar untuk sesuatu yang semestinya sudah menjadi hak setiap lulusan.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mengambil ijazah karena alasan ekonomi maupun kendala lainnya. Ia berharap kolaborasi dengan BAZNAS BAZIS dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, ijazah bukan sekadar selembar kertas yang menandai seseorang pernah menyelesaikan pendidikan. Di dalamnya ada kesempatan untuk melamar pekerjaan, melanjutkan pendidikan, dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bayangkan, jika selama sepuluh tahun seseorang harus menyimpan keinginan untuk mengambil ijazahnya sendiri. Selama itu pula, ada kemungkinan kesempatan demi kesempatan terlewatkan hanya karena persoalan biaya.
Karena itu, program pemutihan ijazah patut dilihat lebih dari sekadar penyaluran bantuan miliaran rupiah. Yang sedang dibuka bukan hanya akses terhadap dokumen pendidikan, melainkan juga kesempatan hidup yang selama ini tertahan.
_-_Copy.png)









_(1).png)
