Jakarta Financial Festival 2026 Resmi Dibuka, Fokus Perkuat Inklusi Keuangan

By Achmad Soleh 23 Okt 2026, 20:29:08 WIB DKI Jakarta
Jakarta Financial Festival 2026 Resmi Dibuka, Fokus Perkuat Inklusi Keuangan

Keterangan Gambar : Dorong UMKM Naik Kelas, Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Pasar dan Inklusi Keuangan


BERNUSA.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menutup program digitalisasi pasar inklusif sekaligus membuka perhelatan Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting dan pimpinan lembaga, di antaranya Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Safrin Liputo, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Abisumawan Budianto, serta Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi. Hadir pula jajaran pimpinan industri jasa keuangan, perwakilan Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan terkait.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program kolaboratif yang telah berjalan selama satu tahun tersebut. Menurutnya, transformasi pasar rakyat di Jakarta telah menjangkau puluhan pasar sekaligus memperluas akses keuangan formal bagi para pedagang secara berkelanjutan.

Baca Lainnya :

Rano menjelaskan bahwa program digitalisasi pasar yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun itu kini resmi ditutup. Meski demikian, kegiatan serupa perlu terus dilanjutkan secara berkala ke depannya.

Berdasarkan laporan yang ada, program ini berhasil menjangkau 93 pasar, memfasilitasi pembukaan hampir 1.146 rekening, mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur, serta menghadirkan 139 agen laku pandai dan 1.283 merchant QRIS.

Capaian tersebut menunjukkan antusiasme para pelaku usaha terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, Rano menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Ia berharap perluasan akses keuangan ini dapat membantu para pedagang mengelola usaha dengan lebih baik, memperluas peluang pembiayaan, serta meningkatkan daya saing.

Rano juga menegaskan bahwa tantangan selanjutnya adalah memastikan layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat secara berkelanjutan melalui pendampingan dan pemberdayaan yang konsisten.

Sementara itu, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi memaparkan bahwa DKI Jakarta saat ini menempati peringkat tertinggi di Indonesia dalam indeks inklusi dan literasi keuangan. Indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 99,74 persen. Keduanya jauh di atas rata-rata nasional.

Kendati demikian, Edwin mengingatkan bahwa Jakarta masih menjadi wilayah dengan laporan aktivitas keuangan ilegal dan sengketa tertinggi kedua. Oleh karena itu, penguatan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap investasi serta penerapan prinsip legal dan logis perlu terus ditanamkan kepada masyarakat.

Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa kemajuan sektor jasa keuangan di ibu kota harus berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai penting seiring dengan langkah Jakarta bertransformasi menjadi kota global.

Agus menambahkan, tantangan ke depan bukan sekadar memperluas akses keuangan, melainkan juga memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara bijak, produktif, dan aman, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan tema Jakarta Financial Festival 2026, yaitu "Inklusi, Mengakselerasi Ekonomi Tumbuh".

Melalui sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta, OJK, Bank Indonesia, dan Perumda Pasar Jaya, Jakarta Financial Festival 2026 diharapkan dapat terus memperluas edukasi keuangan, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan literasi finansial masyarakat demi memperkuat perekonomian daerah. (AS/BN).