- PSSI Tolak Undangan King ASEAN Cup, Balasan untuk Malaysia?
- HUT ke-70 SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-Itishom
- Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan
- Budi Mulyawan Apresiasi Pembenahan Kota Jakarta Timur Menjadi Pelopor Jakarta Kota Global Dan Berbudaya
- Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
- IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?
- Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan
- Diprakarsai Agus Gumiwang, Kebijakan Gas Murah Topang Industri Meski Pasokan Tak Pernah Penuh
- Jenazah Ibu dan Bayi Tertahan karena Tagihan Rp24 Juta, Rekan Indonesia Sumut Turun Tangan
PSSI Tolak Undangan King ASEAN Cup, Balasan untuk Malaysia?

Keterangan Gambar : PSSI Tolak Undangan FAM di Piala Raja 2026
Bernusa.com. JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dikabarkan menolak undangan untuk mengikutsertakan Tim Nasional Indonesia dalam turnamen King ASEAN Cup yang disebut-sebut akan digelar di Malaysia. Keputusan ini menjadi perhatian publik sepak bola Asia Tenggara, terlebih setelah Malaysia sebelumnya dikabarkan menolak undangan PSSI untuk berlaga dalam FIFA Matchday.
Penolakan tersebut memunculkan pertanyaan: apakah keputusan PSSI murni didasarkan pada pertimbangan teknis dan agenda tim nasional, atau ada unsur balasan terhadap sikap Malaysia sebelumnya?
Menurut keterangan yang dikaitkan dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, turnamen tersebut dinilai belum memiliki kejelasan mengenai status resmi dan kesesuaiannya dengan kalender pertandingan FIFA.
Baca Lainnya :
- Jenazah Ibu dan Bayi Tertahan karena Tagihan Rp24 Juta, Rekan Indonesia Sumut Turun Tangan0
- Rekan Indonesia Soroti Kesiapan Digitalisasi RSUD Jakarta0
- IHSG Bangkit ke Level 5.278, Saham Bank BUMN Jadi Pendorong0
- FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis0
- KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun0
PSSI disebut tidak ingin Timnas Indonesia mengikuti turnamen yang status dan kepastian penyelenggaraannya belum jelas. Federasi juga ingin memastikan agenda tim nasional tetap terarah pada kompetisi yang memiliki kepentingan langsung terhadap perkembangan dan prestasi sepak bola Indonesia.
Selain persoalan status turnamen, muncul pula pertimbangan mengenai posisi Timnas Indonesia sebagai peserta. PSSI tidak ingin kehadiran skuad Garuda hanya menjadi daya tarik untuk meningkatkan nilai komersial atau mendongkrak jumlah penonton sebuah turnamen tanpa manfaat kompetitif yang sepadan.
Karena itu, PSSI dikabarkan memilih memprioritaskan agenda resmi tim nasional, termasuk FIFA Matchday, Piala Asia, serta program persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Bukan Sekadar Persoalan Gengsi
King ASEAN Cup sebelumnya pernah digelar di Thailand. Rencana penyelenggaraan turnamen serupa di Malaysia kini menjadi perhatian karena berpotensi mempertemukan sejumlah tim nasional dari kawasan Asia Tenggara.
Namun, keputusan PSSI untuk tidak berpartisipasi memunculkan spekulasi mengenai hubungan antarfederasi sepak bola di kawasan tersebut. Penolakan Malaysia terhadap undangan PSSI untuk FIFA Matchday sebelumnya turut menjadi latar belakang yang memancing beragam tafsir publik.
Meski demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa keputusan PSSI merupakan tindakan balasan secara langsung. Pertimbangan kalender pertandingan, status kompetisi, kesiapan tim, dan manfaat teknis tetap perlu menjadi dasar utama dalam menilai keputusan tersebut.
Di sisi lain, sikap tegas PSSI juga dapat dibaca sebagai upaya memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menentukan agenda pertandingan internasional. Timnas tidak semestinya hanya dijadikan pelengkap untuk meningkatkan daya tarik sebuah turnamen, tetapi harus memperoleh manfaat nyata bagi peningkatan kualitas permainan dan prestasi.
Pada akhirnya, keputusan ini akan dinilai dari konsistensi PSSI dalam mengelola agenda tim nasional dan dampaknya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Bagaimana menurut Anda? Apakah penolakan PSSI merupakan keputusan profesional demi kepentingan Timnas Indonesia, atau ada unsur rivalitas dan balasan terhadap Malaysia? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.
_-_Copy.png)



.jpg)




_(1).png)
