- MELURUSKAN POLEMIK PEMBANGUNAN RSUD CAKUNG
- Kuota Diskusi Anies Baswedan Habis dalam Tiga Menit, Peserta Lanjutkan Dialog di Tangga Old College Edinburgh
- KAI Logistik Tingkatkan Layanan dengan Hadirkan Fitur Live Chat pada Website
- 683 Atlet Depok Siap Berlaga di Porprov XV Jabar 2026, Supian Suri Beri Pesan Khusus
- Jakarta Financial Festival 2026 Resmi Dibuka, Fokus Perkuat Inklusi Keuangan
- BINUS Hadirkan Multihelix Hub untuk Menjawab Kebutuhan Industri dan Masyarakat
- KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
- Dari Serie D ke Liga Champions, Como Mengguncang Eropa dalam Sembilan Tahun
- PSSI Tolak Undangan King ASEAN Cup, Balasan untuk Malaysia?
- HUT ke-70 SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-Itishom
Dari Serie D ke Liga Champions, Como Mengguncang Eropa dalam Sembilan Tahun

Keterangan Gambar : Iluatrasi COMO Tim Seri A Italia
Bernusa.com. JAKARTA — Sembilan tahun lalu, Como 1907 masih bermain di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia. Kini, klub yang pernah berjuang di kompetisi bawah itu tampil di Liga Champions dan membukukan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig serta Manchester United. Perjalanan tersebut menjadi gambaran bagaimana klub kecil dapat mengubah nasib melalui investasi, strategi, dan pembangunan jangka panjang.
Como tidak mencapai panggung elite Eropa dalam semalam. Mereka menapaki tangga kompetisi Italia secara bertahap, membangun fondasi sebelum akhirnya menembus persaingan yang dahulu terasa sulit dijangkau.
Pada musim 2017/2018, Como menjuarai Serie D dan promosi ke Serie C. Perjalanan berlanjut ketika mereka menjuarai grup Serie C pada musim 2020/2021 untuk kembali ke Serie B. Setelah melewati beberapa musim kompetisi, Como mengakhiri Serie B 2023/2024 sebagai runner-up dan memastikan tiket promosi ke Serie A.
Baca Lainnya :
- PSSI Tolak Undangan King ASEAN Cup, Balasan untuk Malaysia?0
- Jenazah Ibu dan Bayi Tertahan karena Tagihan Rp24 Juta, Rekan Indonesia Sumut Turun Tangan0
- Rekan Indonesia Soroti Kesiapan Digitalisasi RSUD Jakarta0
- IHSG Bangkit ke Level 5.278, Saham Bank BUMN Jadi Pendorong0
- FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis0
Kepulangan ke kasta tertinggi menjadi titik balik penting. Pada musim 2024/2025, Como finis di posisi ke-10 Serie A. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang berusaha bertahan, melainkan klub yang mulai membangun kapasitas untuk bersaing lebih jauh.
Ambisi itu kemudian membawa Como ke Liga Champions. Dalam penampilan yang diberitakan sebagai debut mereka di kompetisi tersebut, Como mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada 11 September. Kemenangan itu menjadi pernyataan kuat bahwa klub yang sembilan tahun sebelumnya masih bermain di Serie D kini mampu mencuri perhatian di panggung Eropa.
Como kembali membuat kejutan ketika membungkam Manchester United dengan skor 4-1 pada 21 Oktober. Berdasarkan data pertandingan yang dirujuk, Nico Paz membuka keunggulan pada menit kedua, sebelum Anastasios Douvikas mencetak gol pada menit ke-49 dan ke-57. Jacobo Ramón menambah gol pada menit ke-76. Manchester United hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.
Dua kemenangan dengan skor identik tersebut mempertegas perkembangan Como sekaligus menjadi simbol perubahan status mereka. Dari klub yang dahulu berjuang di kasta keempat, Como kini mampu mengalahkan nama-nama besar yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Eropa.
Di balik perkembangan itu, keluarga Hartono menyediakan fondasi investasi bagi klub. Presiden Como, Mirwan Suwarso, bersama jajaran manajemen mengawal arah pengembangan organisasi. Sementara itu, tim teknis dan staf kepelatihan membangun fondasi olahraga, menentukan kebutuhan pemain, serta mengembangkan identitas permainan.
Kekuatan finansial tentu menjadi salah satu modal utama. Namun, uang saja tidak otomatis menghasilkan tim yang kompetitif. Investasi harus diterjemahkan menjadi perekrutan yang tepat, struktur organisasi yang kuat, pengembangan pemain, serta konsistensi dalam menjalankan rencana jangka panjang.
Perjalanan Como menunjukkan pentingnya menyatukan seluruh unsur tersebut. Kepemilikan menyediakan sumber daya, manajemen menentukan arah, sedangkan pelatih dan pemain menerjemahkan rencana menjadi performa di lapangan. Tanpa koordinasi dan kesinambungan, investasi besar justru berisiko menjadi pengeluaran tanpa hasil yang sepadan.
Keberhasilan Como juga memperlihatkan bahwa pembangunan klub membutuhkan kesabaran. Promosi ke Serie A merupakan hasil dari perjalanan panjang, sedangkan kemampuan bersaing di Eropa menuntut peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Dua kemenangan besar dapat menjadi momentum, tetapi menjaga konsistensi tetap menjadi tantangan berikutnya.
Bagi klub-klub lain, kisah Como menawarkan pelajaran bahwa ambisi tidak cukup hanya diumumkan. Visi harus diterjemahkan menjadi perencanaan yang terukur, keputusan yang tepat, dan pelaksanaan yang konsisten. Modal finansial dapat membuka jalan, tetapi kualitas pengelolaan menentukan seberapa jauh sebuah klub mampu melangkah.
Dalam waktu sembilan tahun, Como mengubah perjalanan yang semula tampak sederhana menjadi kisah kebangkitan yang luar biasa. Serie D kini menjadi bagian dari masa lalu, sementara Liga Champions memberi mereka panggung yang jauh lebih besar.
Como membuktikan bahwa jalan menuju elite sepak bola tidak selalu dimulai dari puncak. Terkadang, perjalanan besar justru berawal dari klub kecil yang memiliki keberanian untuk membangun masa depan, kesabaran menjalankan proses, dan kemampuan mengubah visi menjadi kenyataan.
_-_Copy.png)








_(1).png)
