Rekan Indonesia Sulbar Gelar Rakerwil

By Goenk1975 03 Nov 2026, 08:22:31 WIB Daerah
Rekan Indonesia Sulbar Gelar Rakerwil

Keterangan Gambar : Rapat Kerja Wilayah Rekan Indonesia Sulbar


Bernusa.com. MAMUJU — Membangun organisasi bukan sekadar menyusun kepengurusan, mengisi jabatan, atau menggelar rapat. Lebih dari itu, organisasi harus punya arah, kerja nyata, dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) KPW Rekan Indonesia Sulawesi Barat yang berlangsung di Mamuju, Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 09.00 WITA.

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, didaulat membuka kegiatan tersebut. Kehadirannya disambut hangat oleh Ketua KPW Rekan Indonesia Sulawesi Barat, Ammar, bersama jajaran pengurus dan kawan-kawan Rekan Indonesia Sulbar.

Baca Lainnya :

Dalam sambutan pembukaannya, Agung mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan terletak pada banyaknya pengurus atau panjangnya daftar jabatan. Ukurannya justru sederhana: seberapa besar organisasi mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jangan sampai kita merasa sudah menjadi organisasi besar hanya karena memiliki struktur kepengurusan. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang benar-benar bekerja, hadir di tengah masyarakat, dan mampu menjawab persoalan yang mereka hadapi," ujar Agung.

Menurutnya, Rekan Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai organisasi yang membantu warga ketika menghadapi persoalan pelayanan kesehatan. Pendampingan pasien memang penting, tetapi kerja organisasi harus melangkah lebih jauh.

Persoalan kesehatan, kata Agung, bukan semata-mata urusan orang sakit atau hubungan antara pasien dan rumah sakit. Di dalamnya ada persoalan kebijakan, ketimpangan akses, tanggung jawab negara, hingga hak masyarakat yang sering kali belum terpenuhi.

Karena itu, relawan kesehatan tidak cukup hanya sibuk membantu menyelesaikan persoalan satu demi satu. Mereka juga perlu membangun kesadaran masyarakat agar mengetahui, memahami, dan berani memperjuangkan hak kesehatannya.

"Kita harus bergerak dari sekadar membantu orang sakit menjadi kekuatan masyarakat yang ikut memperjuangkan sistem kesehatan yang adil. Kita mendampingi warga, membangun kesadaran, memperkuat solidaritas, dan memastikan hak kesehatan tidak hanya menjadi janji di atas kertas," tegasnya.

Agung juga mengingatkan agar kekuatan Rekan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pengurus di tingkat pusat atau wilayah. Organisasi harus tumbuh sampai ke daerah, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan memiliki kader yang aktif menjalankan kerja-kerja organisasi.

Ammar: Jangan Berhenti di Atas Kertas

Sementara itu, Ketua KPW Rekan Indonesia Sulawesi Barat, Ammar, berharap Rakerwil menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan langkah seluruh jajaran organisasi.

Menurutnya, rapat kerja tidak boleh hanya menjadi agenda rutin yang berakhir dengan tumpukan dokumen dan program kerja. Apa yang dibahas dan diputuskan dalam forum harus benar-benar diterjemahkan menjadi kegiatan nyata.

"Rakerwil ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat kerja organisasi di Sulawesi Barat. Kita ingin setiap program yang dirumuskan benar-benar bisa dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Ammar.

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama, komunikasi, dan solidaritas antarpengurus. Sebab, membangun organisasi tidak bisa dikerjakan oleh satu atau dua orang saja.

Setiap pengurus harus memahami tanggung jawabnya, saling mendukung, dan memiliki semangat yang sama dalam menjalankan program organisasi.

Bagi Ammar, tantangan ke depan membutuhkan organisasi yang semakin solid dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas, terutama mereka yang masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Tentukan, Layani, Kuatkan, dan Menangkan Warga

Rakerwil KPW Rekan Indonesia Sulawesi Barat mengangkat slogan "Tentukan, Layani, Kuatkan, dan Menangkan Warga."

Slogan ini bukan sekadar kalimat pemanis yang dipasang di banner kegiatan. Ada pesan dan arah perjuangan yang ingin dibangun melalui empat kata tersebut.

Tentukan berarti organisasi harus punya sikap, arah, dan keberpihakan yang jelas. Layani berarti hadir langsung di tengah masyarakat dan membantu menjawab persoalan yang mereka hadapi.

Sementara Kuatkan berarti membangun kesadaran, solidaritas, serta kemampuan warga untuk memperjuangkan hak-haknya sendiri. Adapun Menangkan berarti memastikan perjuangan tersebut tidak berhenti sebagai tuntutan, tetapi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Keempatnya saling berkaitan. Organisasi harus tahu apa yang diperjuangkan, hadir melayani masyarakat, membangun kekuatan bersama warga, dan memastikan perjuangan itu membawa hasil.

Dalam konteks perjuangan kesehatan, Rekan Indonesia ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga menjadi pihak yang memiliki suara dan kekuatan untuk mengawasi serta memperjuangkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Agung menegaskan bahwa pelayanan langsung kepada masyarakat dan perjuangan memperbaiki sistem kesehatan harus berjalan beriringan.

Membantu seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan adalah pekerjaan penting. Namun, memperjuangkan agar semakin banyak orang bisa memperoleh pelayanan yang layak tanpa harus menghadapi kesulitan serupa juga merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi.

Itulah semangat yang ingin dibangun melalui Rakerwil di Mamuju.

Lebih dari sekadar agenda organisasi, pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menyatukan gagasan, dan memperkuat komitmen perjuangan Rekan Indonesia di Sulawesi Barat.

Sebab, organisasi yang kuat bukan organisasi yang hanya ramai ketika menggelar kegiatan. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang tetap bekerja ketika masyarakat membutuhkan, hadir ketika warga menghadapi kesulitan, dan berani memperjuangkan perubahan ketika ketidakadilan terjadi.

Pada akhirnya, Rekan Indonesia tidak boleh hanya menjadi organisasi yang dikenal karena namanya. Rekan Indonesia harus hadir karena kerja nyatanya, dirasakan karena manfaatnya, dan diperhitungkan karena kekuatan rakyat yang dibangunnya.