- LPDB Koperasi Siapkan 16 Koperasi Naik Kelas Lewat Program Inkubasi Bisnis
- KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX
- BRI Area Purwokerto Gelar Car Free Day, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM
- BRI BO Kutoarjo Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Nasionalisme dan Semangat BRILiaN
- Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang, BRI Salurkan 18 Tangki Air Bersih
- PT Best Green Kembangkan Pasar Senen Blok VI, Groundbreaking Segera
- Ketika Syarat Konstitusional Wakil Presiden Dipersoalkan
- itel VistaTab 12 Resmi Rilis, Tablet Rp2 Jutaan dengan Bonus Keyboard dan Pen
- Hisense Hadirkan AI Companion Suite, Wujudkan Konsep \"Social Kitchen\"
- Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional
LPDB Koperasi Siapkan 16 Koperasi Naik Kelas Lewat Program Inkubasi Bisnis
.jpg)
Keterangan Gambar : Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, ke PIBI IKOPIN dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ganjarsabar.
BERNUSA.COM, Bandung – Program Inkubasi Bisnis Koperasi Tahun 2026 yang dijalankan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) IKOPIN mulai menunjukkan hasil positif. Rata-rata capaian kinerja 16 koperasi peserta program meningkat menjadi 84,81 persen per 18 Oktober 2026.
Capaian tersebut meningkat 5,88 poin persentase dibandingkan hasil monitoring pada 18 September 2026 yang tercatat sebesar 78,94 persen.
Perkembangan program ini menjadi perhatian dalam kunjungan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, ke PIBI IKOPIN dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ganjarsabar, bersama perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, untuk melakukan peninjauan sekaligus evaluasi pelaksanaan inkubasi.
Baca Lainnya :
- Pra Kongres SI Ke-42 Di Surabaya, Menkop Tegaskan Koperasi Bagian Dari Transformasi Ekonomi Indonesia0
- Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi0
- LPDB Koperasi Genap 20 Tahun, Fokus Perluas Pembiayaan Sektor Riil hingga Desa0
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia0
- Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP0
Deva menegaskan, keberhasilan program inkubasi tidak cukup diukur dari penyelesaian kegiatan secara administratif. Program tersebut harus mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kapasitas, tata kelola, dan kemandirian koperasi.
Menurutnya, pendampingan harus disesuaikan dengan potensi ekonomi dan karakteristik masing-masing daerah agar koperasi memiliki usaha yang berkembang serta siap mengakses pembiayaan.
"Program inkubasi ini harus mampu menangkap potensi lokal dari masing-masing koperasi. Kita ingin koperasi tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi benar-benar berkembang, memiliki usaha yang berjalan, tata kelola yang baik, dan pada akhirnya siap mengakses pembiayaan LPDB Koperasi untuk memperbesar skala usahanya," ujar Deva.
Program yang dimulai sejak Mei 2026 tersebut melibatkan 16 koperasi tenant di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, terdiri atas 14 KDMP dan dua koperasi reguler.
Dari sisi bidang usaha, sebanyak 12 koperasi bergerak di sektor perdagangan dan sembako, tiga koperasi di sektor pertanian dan agribisnis, serta satu koperasi di bidang peternakan.
Pendampingan meliputi penguatan kelembagaan dan legalitas, tata kelola usaha, pengelolaan keuangan, digitalisasi, hingga fasilitasi akses pembiayaan dan kemitraan. Kegiatan dilakukan melalui coaching, mentoring, asistensi, monitoring, dan evaluasi sesuai kebutuhan setiap koperasi.
Berdasarkan hasil monitoring, delapan koperasi telah mencapai indikator kinerja utama atau Objective and Key Results (OKR) minimal 90 persen. Dua koperasi berada pada rentang 85–89 persen, empat koperasi mencapai 70–84 persen, sedangkan dua koperasi lainnya masih di bawah 70 persen.
Secara keseluruhan, sembilan koperasi mengalami peningkatan capaian dan tujuh koperasi berada pada posisi tetap.
Salah satu koperasi yang menunjukkan perkembangan adalah KDMP Ganjarsabar. Ketua KDMP Ganjarsabar, Purnama, mengatakan pendampingan PIBI IKOPIN telah membantu memperbaiki administrasi dan tata kelola koperasi.
"Setelah mendapatkan inkubasi dari PIBI IKOPIN, administrasi koperasi kami sekarang jauh lebih rapi. Kami juga sudah menggunakan aplikasi untuk membantu pengelolaan komoditas dan pencatatan keuangan, mulai dari arus kas, jurnal, neraca, hingga perhitungan hasil usaha," ungkap Purnama.
Selain pembenahan administrasi dan keuangan, pendampingan juga membantu koperasi memperkuat manajemen serta membangun hubungan usaha dengan distributor. Ke depan, KDMP Ganjarsabar berharap dapat memperbesar skala usahanya melalui akses pembiayaan LPDB Koperasi sesuai ketentuan.
Sementara itu, Direktur Koperasi dan UMKM Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, mengapresiasi kolaborasi LPDB Koperasi dan PIBI IKOPIN dalam memperkuat kapasitas koperasi melalui pendampingan langsung.
Ia menilai koperasi perlu didorong agar tidak hanya berperan sebagai distributor atau penyalur barang, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan produksi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"Kami mendorong agar koperasi dapat mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang ada di daerahnya. Tidak hanya menjadi distributor atau penyalur, tetapi juga bagaimana koperasi bisa bergerak di sektor produksi sehingga memberikan nilai tambah dan mendorong berkembangnya ekonomi lokal," jelas Mahatmi.
Mahatmi juga menekankan pentingnya evaluasi dampak program, terutama terhadap perkembangan usaha dan peningkatan omzet koperasi, sebagai bahan penyempurnaan program ke depan.
Direktur PIBI IKOPIN, Deddy Supriyadi, menambahkan bahwa pengembangan koperasi yang sehat dan mandiri membutuhkan pendampingan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, manajemen usaha, hingga kemampuan membaca peluang pasar.
Menurutnya, keberhasilan inkubasi harus terlihat dari peningkatan kualitas koperasi dan manfaat ekonomi yang dirasakan anggota maupun masyarakat.
Senada, Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Yudi Azis, menyambut baik sinergi LPDB Koperasi, perguruan tinggi, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat koperasi melalui pendekatan berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.
Melalui program inkubasi ini, LPDB Koperasi berharap koperasi peserta memiliki kelembagaan yang lebih kuat, pencatatan keuangan yang akuntabel, serta model bisnis yang jelas sebelum memasuki tahap pengembangan usaha dan akses pembiayaan.
Dengan demikian, inkubasi diharapkan tidak sekadar menjadi program pendampingan, tetapi menjadi fondasi bagi koperasi untuk tumbuh mandiri, memperluas usaha, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan memperkuat ekonomi masyarakat daerah.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
