- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Panen Raya Sekaligus Makan Siang Gratis Bersama Ratusan Petani Guna Ketahanan Pangan Nasional
- Netanyahu Terancam Kehilangan Mayoritas di Parlemen Israel
- Generasi Muda Vietnam Melangkah ke Panggung Global di Milan
- LA TRỊNH Atelier dan Sebuah Perjalanan yang Berawal dari Sebuah Mimpi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Ajang Jakarta Financial Festival 2026
- Wagub Jabar Minta Program KITA SEHAT Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah
- Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Garut Dorong Kreativitas Anak Muda
- BRI Region 11 Yogyakarta Gelar Wellness Day, Dorong Pekerja Sehat dan Produktif
- DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian
- Gus Nuril Serahkan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit, Simbol Estafet Kepemimpinan PBM
Netanyahu Terancam Kehilangan Mayoritas di Parlemen Israel

Keterangan Gambar : Ilustrasi Netyahu Terancam Kalah Di Pemilu Israel
Bernusa.com. ISRAEL — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan para pendukungnya untuk turun tangan memenangkan pemilu. Ia memperingatkan adanya potensi kecurangan dan meminta pendukung Partai Likud memastikan keluarga, teman, hingga tetangga mereka datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Situasi politik semakin memanas setelah kubu Likud dilaporkan menyiapkan langkah untuk menggugat hasil pemilu jika Netanyahu kalah. Bahkan, muncul kemungkinan mereka akan menuding pemilu telah dicurangi. Namun, persiapan untuk menggugat hasil pemilu tidak serta-merta membuktikan adanya kecurangan.
Netanyahu juga menuding Hamas berpotensi melancarkan serangan untuk memengaruhi hasil pemilu. Ia mengatakan Israel telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan tersebut. Meski demikian, tuduhan ini perlu dibedakan dari persoalan dugaan kecurangan pemilu. Hingga kini, belum ada bukti publik yang menunjukkan Hamas terlibat dalam manipulasi penghitungan suara.
Baca Lainnya :
- PRI Targetkan Lolos Parliamentary Threshold, Wishnu Dewanto Tekankan Penguatan Struktur dan Digital0
- Anis Matta: Dunia Sedang Berubah, Palestina Bisa Merdeka Lebih Cepat dari Perkiraan0
- AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas0
- IRGC Ancam AS dan Israel: Iran Belum Gunakan Seluruh Kekuatan Militernya0
- Ketua Umum GAWAT: Penangkapan Jurnalis Adalah Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers0
Berdasarkan hasil penghitungan sementara yang dilaporkan, Partai Likud pimpinan Netanyahu meraih sekitar 27 kursi di parlemen. Sementara itu, blok koalisinya memperoleh sekitar 54–56 kursi dari total 120 kursi. Kubu oposisi mengantongi sekitar 47–49 kursi, sedangkan partai-partai Arab memperoleh sekitar 16–17 kursi.
Dengan syarat minimal 61 kursi untuk menguasai mayoritas parlemen, posisi Netanyahu belum aman. Bloknya masih membutuhkan tambahan dukungan untuk membentuk pemerintahan. Karena itu, hasil akhir pemilu dan lobi politik untuk membangun koalisi akan menjadi penentu apakah Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaannya atau harus bersiap meninggalkan kursi perdana menteri.
_-_Copy.png)








_(1).png)
