- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
IRGC Ancam AS dan Israel: Iran Belum Gunakan Seluruh Kekuatan Militernya

Keterangan Gambar : Ilustrasi Jenderal Ahmad Vahidi, Komandan IRGC
Bernusa.com.TEHERAN— Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Dalam keterangannya, Komandan IRGC Jenderal Ahmad Vahidi menegaskan bahwa Iran hingga kini disebut belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya dalam menghadapi eskalasi konflik yang terus berkembang.
“Iran belum menggunakan seluruh kapasitas dan kemampuan strategis militernya,” ujar Ahmad Vahidi dalam pernyataan yang dikutip media internasional. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan memicu respons yang jauh lebih besar dan meluas ke luar kawasan Timur Tengah.
Vahidi juga menegaskan bahwa perang berikutnya tidak akan terbatas hanya pada wilayah regional. Menurutnya, serangan balasan Iran dapat menghantam “tempat-tempat yang bahkan tidak bisa dibayangkan” oleh pihak lawan. Pernyataan tersebut dipandang sebagai pesan langsung kepada Washington dan Tel Aviv di tengah meningkatnya ancaman konfrontasi terbuka.
Baca Lainnya :
- Ketua Umum GAWAT: Penangkapan Jurnalis Adalah Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers0
- Reporter Tempo Ditahan Tentara Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza0
- Jamaah Haji Plus Jawa Timur Tiba di Tanah Suci, Siap Jalankan Prosesi Ibadah Haji 1447 H0
- Pemkot Jaktim Terima BAST Kantor Sekretariat Muslimat NU DKI dari PT Astra Internasional0
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI0
IRGC menilai Amerika Serikat dan Israel telah mengerahkan hampir seluruh tekanan militer dan politik terhadap Iran, namun dianggap gagal melemahkan posisi strategis Teheran. Sebaliknya, Iran mengklaim masih memiliki berbagai kemampuan pertahanan, termasuk sistem rudal, drone tempur, dan jaringan aliansi regional yang belum sepenuhnya digunakan.
Situasi tersebut membuat kekhawatiran dunia internasional semakin meningkat. Sejumlah pengamat menilai perang pernyataan antara Iran, AS, dan Israel kini bukan lagi sekadar tekanan diplomatik, melainkan bagian dari perang psikologis yang dapat berubah menjadi konflik terbuka sewaktu-waktu. Timur Tengah saat ini berada dalam kondisi seperti bara api yang terus menyala di bawah permukaan, menunggu satu percikan kecil untuk berubah menjadi ledakan besar.
_-_Copy.png)








_(1).png)

