Audensi di Kantor Kementerian PB.Formula Berharap Yusril Ihza Mahendra Mendukung Kegiatan Majis Ilmu dan Majlis Dzikir

By Ahmad Romdoni 07 Apr 2026, 23:19:09 WIB Nusantara
Audensi di Kantor Kementerian   PB.Formula Berharap Yusril Ihza Mahendra Mendukung Kegiatan Majis Ilmu dan Majlis Dzikir

Keterangan Gambar : PB. Formula Audensi di Kantor Kementerian


BERNUSA.COM: Jakarta- Dalam audensi di Kementerian Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB.FORMULA) berharap Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Profesor Yusril Ihza Mahendra untuk mendukung kegiatan majlis ilmu dan majlis dzikir di Indonesia

Dalam kesempatan audensi yang diterima langsung oleh Menteri Yusril Ihza Mahendra PB. Formulamenyampaikan secara langsung beberapa gagasan strategis, yaitu Gerakan Nasional Tazkiyatun Nufus lalu adanya Gerakan Nasional Penguatan Spiritual, Pembinaan Ruhani di Lembaga Pemasyrakatan, Program Dzikir dan Majelis Ilmu bagi aparatur negara dan pendidikan akhlak berbasis tasawuf praktis

Kami berharap adanya dukungan negara terhadap Majelis ilmu, Majelis dzikir dan Komunitas keagamaan yang membina akhlak masyarakat, karena sejatinya, majelis ilmu adalah benteng moral bangsa" ungkap Kyai DR Solahuddin 

Baca Lainnya :

" Dalam spiritualisasi dan penegakan Hukum, Kami juga mengusulkan agar nilai-nilai spiritual seperti muraqabah (merasa diawasi Allah) amanah takut kepada dosa dapat menjadi ruh dalam sistem penegakan hukum" tambah Kyai Solahuddin pimpinan pondok pesantren Alkhobir Cipinang, Jakarta.


Kami meyakini bahwa bangsa ini tidak akan kokoh hanya dengan kekuatan hukum, tetapi harus ditopang oleh kekuatan ruhani,hukum tanpa spiritualitas akan menjadi kering dan spiritualitas tanpa hukum akan menjadi lemah, maka yang kita butuhkan hari ini adalah integrasi antara kekuatan hukum dan kekuatan tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), sebagaimana firman Allah SWT Qad aflaha man zakkaha, wa qad khaba man dassaha”  Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya" kata Ketua Bidang Fatwa PB.Formula

Menurut Ketua Bidang Fatwa PB. Formula ini, jika aparat takut kepada Allah, maka keadilan akan hidup tanpa harus selalu dipaksa oleh sanksi. "Kami memandang penting adanya ruang dialog berkelanjutan antara Ulama dan pemerintah agar ulama dapat berperan sebagai penjaga moral bangsa, dan negara sebagai penjaga stabilitas dan keadilan" kata Kyai Solahuddin

Di tengah konflik global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penyejuk dunia, kekuatan moral global, representasi Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan kekuatan nilai dan akhlak. Bangsa ini tidak akan hancur karena kekurangan hukum, tetapi karena kehilangan hati dan hati tidak akan hidup kecuali dengan dzikir kepada Allah ilmu yang benar dan kedekatan kepada-Nya " pungkasnya