- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
August PSI Bongkar Praktik Pungli terhadap Pedagang Kaki Lima di Kebun Binatang Ragunan

Keterangan Gambar : Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan
BERNUSA.COM: JAKARTA, 5 Maret 2026, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, membongkar praktik pungutan liar (pungli) yang mengintai para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) atau Kebun Binatang Ragunan.
Kenyataan yang mengejutkan itu diungkapkan oleh August dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi C terhadap Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di DPRD Provinsi DKI Jakarta pada hari Rabu (4/3/2026) lalu.
“Sampai saat ini banyak keluhan dari PKL tadi atau pedagang kecil di Taman Margasatwa Ragunan. Ada banyak pungli terhadap PKL itu. Ini saya tidak sebutkan dari mana atau mungkin siapa yang jadi korbannya, tapi itu dari dulu seperti itu,” kata August menyampaikan keluhan para PKL mengenai praktik pungli yang sudah berlangsung lama.
Baca Lainnya :
- Gagal Bereskan Masalah Sampah yang Menahun, August PSI Tegur Pramono di Rapat Paripurna DPRD0
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia0
Bahkan, ia sampai mempertanyakan apakah terdapat pihak lokal atau oknum dalam Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang terlibat melakukan pungli terhadap para PKL di sana. “Apakah di situ ada permainan akamsi, atau mohon maaf orang dalam, nah ini mohon dibasmi,” sambungnya.
Adapun Raker Pra-RKPD 2027 tersebut juga dihadiri oleh Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, drh. Endah Rumiyati, M.Si.M.
“Saya dengan tegas ini, Ibu Endah, kapan waktu saya akan berkunjung lagi ke sana, kalau masih ada pungli maka akan saya laporkan kembali,” ujarnya.
August juga memaparkan jenis-jenis pungli ‘kreatif’ yang dilakukan terhadap para PKL di sekitar TMR. Di mana, salah satunya mewajibkan kepemilikan kartu khusus PKL sebagai tanda pedagang terkait berjualan di wilayah tersebut.
“Itu cara-cara punglinya juga kreatif. Ada yang gimana caranya dapat kartu pedagang gitu ya, kartu PKL, ada juga yang supaya mendapatkan seragam. Nah, ini dikelola dengan kreatif seolah-olah itu resmi. Saya mau tanyakan apakah memang sampai sebegitunya pengaturan di Taman Margasatwa Ragunan,” tegasnya.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
