- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
BNI Optimistis Hadapi Paruh Kedua 2026 dengan Kredit Berkualitas dan Digitalisasi

Keterangan Gambar : BNI mencatat kinerja solid pada semester I 2026
BERNUSA.COM, Jakarta– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026 di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis dan digital yang berkelanjutan menjadi fondasi utama BNI dalam menciptakan pertumbuhan berkualitas dan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Baca Lainnya :
- Bank Jakarta Borong Penghargaan Digital dan Public Relations, Tegaskan Komitmen Inovasi0
- Bank Jakarta Bangun Sistem Keamanan Siber untuk Lindungi Data Nasabah dan Dukung Transformasi0
- BNI Rayakan HUT ke-80, Transformasi Digital Jadi Kunci Perkuat Kinerja dan Daya Saing0
- Regenerasi Juara Dunia Dimulai, Devin dan Faathir Melaju ke Final Macau Open 20260
- Juara Australia Open 2026, Alwi Farhan Jadi Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia0
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara konsisten.
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama.
Menurutnya, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.
Transformasi digital dan BRAVE dorong produktivitas
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan.
Pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu, dengan volume transaksi meningkat 17 persen menjadi Rp6.039 triliun.
Selain itu, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis,” kata Putrama.
Kredit tumbuh berkualitas, pendanaan tetap kuat
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada segmen korporasi, menengah, UMKM, hingga konsumer.
Di sisi pendanaan, CASA BNI tumbuh 11,2 persen sehingga mempertahankan rasio CASA pada level 65,4 persen. Cost of fund dana pihak ketiga juga membaik menjadi 2,56 persen, dibandingkan 2,78 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan fundamental tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan inti perseroan. Net interest income (NII) tumbuh 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun, sedangkan fee-based income (FBI) meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama, sementara laba bersih tercatat Rp10,8 triliun.
“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya,” ujar Paolo.
Kualitas aset tetap terjaga
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan kualitas aset yang sehat merupakan hasil penerapan manajemen risiko yang disiplin dan konsisten.
Hingga akhir Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) membaik dari 11,0 persen menjadi 8,1 persen, sementara rasio non-performing loan (NPL) berada pada level 1,9 persen.
BNI juga mempertahankan kebijakan pencadangan yang konservatif untuk memperkuat ketahanan neraca sekaligus mendukung ekspansi bisnis secara sehat.
“BNI terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat,” kata David.
Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas, mempertahankan kualitas aset, serta melanjutkan transformasi BRAVE dan digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing secara berkelanjutan.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
