Final Piala Dunia 2026: Spanyol Juara Kedua Kali Setelah Kalahkan Argentina 1-0

By Goenk1975 20 Jul 2026, 06:01:07 WIB Olahraga
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Juara Kedua Kali Setelah Kalahkan Argentina 1-0

Keterangan Gambar : Soanyol Juara Piala Dunia 2026


Barnusa.com— Ada aroma sejarah yang begitu kental saat Argentina dan Spanyol melangkah ke final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Argentina datang sebagai juara bertahan sekaligus peraih tiga gelar Piala Dunia (1978, 1986, dan 2022), dengan ambisi menjadi negara pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) yang mampu mempertahankan gelar juara dunia. Di seberang lapangan berdiri Spanyol, sang juara dunia 2010, yang bertekad mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola.

Pertemuan ini bukan sekadar perebutan gelar juara. Argentina membawa tradisi sepak bola Amerika Selatan yang melahirkan legenda seperti Mario Kempes, Diego Maradona, hingga Lionel Messi. Sementara Spanyol datang dengan identitas permainan berbasis penguasaan bola yang merevolusi sepak bola dunia pada era kejayaan tiki-taka. Dua filosofi berbeda itu bertemu di panggung terbesar, menjanjikan sebuah final yang sarat gengsi dan sejarah.

Namun, prediksi laga penuh gol tak pernah menjadi kenyataan. Final justru berubah menjadi duel taktik antara Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente. Kedua tim tampil disiplin, menutup setiap ruang, dan nyaris tidak memberi kesempatan lawan menciptakan peluang bersih.

Baca Lainnya :

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol lebih banyak menguasai bola melalui kombinasi umpan-umpan pendek khas mereka. Pedri, Gavi, dan Martín Zubimendi mengendalikan ritme permainan, sementara Argentina memilih menunggu sambil sesekali mengancam lewat serangan balik yang dipimpin Lionel Messi dan Julián Álvarez. Meski demikian, kokohnya lini pertahanan kedua tim membuat pertandingan berjalan minim peluang. Babak pertama pun berakhir tanpa gol dan bahkan dianggap cukup membosankan karena hampir tidak ada peluang emas yang benar-benar menguji kedua penjaga gawang.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Argentina mulai berani keluar menyerang dan beberapa kali mencoba menembus pertahanan Spanyol. Sebaliknya, La Roja tetap tenang memainkan bola dari kaki ke kaki sambil mencari celah di pertahanan Albiceleste. Meski intensitas meningkat, penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta disiplin lini belakang membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga penghujung waktu normal.

Drama besar terjadi menjelang laga berakhir. Enzo Fernández harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Argentina semakin tertekan pada menit-menit akhir, tetapi mereka tetap mampu mempertahankan skor imbang hingga waktu normal usai. Untuk pertama kalinya sejak final Piala Dunia 2014, partai puncak kembali harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu.

Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Spanyol pada menit ke-106. Bermula dari sebuah serangan di sisi kiri, Nico Williams berhasil mengarahkan bola dengan sundulan ke depan gawang. Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti muncul tanpa kawalan dan langsung menyambar bola dari jarak dekat. Emiliano Martínez tak mampu bereaksi, dan bola pun bersarang di gawang Argentina. Gol itu memecah kebuntuan sekaligus mengubah skor menjadi 1-0 untuk La Roja.

Tertinggal satu gol, Argentina tidak menyerah meski hanya bermain dengan sepuluh orang. Lionel Messi dan kawan-kawan terus berusaha menekan melalui bola-bola langsung serta situasi bola mati. Namun, pertahanan Spanyol tampil sangat disiplin dan Unai Simón mampu mengamankan setiap ancaman yang datang hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 dan resmi meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sukses pertama mereka pada 2010. Sebaliknya, Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan mahkota dunia. Setelah bertarung selama 120 menit, satu sontekan Ferran Torres menjadi pembeda yang mengantarkan La Roja kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.