- Di Paris, Prabowo dan Macron Bahas Pertahanan hingga IEU-CEPA
- Pengamat UMKM Soroti Pendampingan Jakpreneur, Minta Evaluasi Kinerja Pendamping di Lapangan
- AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas
- Audiensi PB PRSI dengan Kemenpora RI Bahas Dukungan Olimpiade Robotika 2026
- BNI Distribusikan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah Indonesia
- LPDB Koperasi Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait Dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SMP Islam Mentari Indonesia Gelar Pameran Karya Robotik Siswa Bersama PRSI
- GMNI DKI Ajukan Dokumen Amicus Soal UU TNI
- Ketum DPP SKIBER Tegaskan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Layak Dipertahankan
IHSG Anjlok Terdalam di Asia, Dasco Datangi BEI dan Bahas Strategi Pemulihan Pasar
.jpg)
Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat merespons tekanan berat yang melanda pasar modal Indonesia dengan mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/05/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat merespons tekanan berat yang melanda pasar modal Indonesia dengan mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/05/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kepercayaan investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sebagai pasar dengan performa terburuk di kawasan Asia pada paruh pertama perdagangan.
Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan unsur pimpinan DPR ke lantai bursa dalam dua tahun terakhir, setelah volatilitas tinggi yang sempat mengguncang pasar pada 2025 lalu.
Dalam agenda tersebut, Dasco menggelar dialog intensif bersama jajaran Otoritas Jasa Keuangan, manajemen Bursa Efek Indonesia, serta Danantara guna membahas strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Baca Lainnya :
“Kami telah mengeksplorasi berbagai langkah strategis untuk memperkuat keyakinan para investor global agar tetap menempatkan modalnya di pasar domestik,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.
Menurut Dasco, pemerintah bersama otoritas terkait juga berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif bagi investor ritel domestik. Salah satu fokus utama pembahasan adalah penyempurnaan regulasi untuk memperkuat kepastian hukum dan keamanan investasi di Indonesia.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
Sentimen Global Tekan Pasar
Meski IHSG mengalami tekanan jual yang cukup dalam, Dasco menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menilai sentimen negatif akibat rebalancing indeks global MSCI pada pertengahan Mei mulai dapat diantisipasi melalui reformasi struktural yang sedang dijalankan di pasar modal nasional.
“Kami optimistis seluruh upaya kolektif dan kebijakan yang dirumuskan akan segera memberikan dampak positif bagi stabilitas pasar,” katanya.
Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG tercatat turun tajam 3,08 persen atau kehilangan 202,97 poin ke level 6.396 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendah harian di posisi 6.376.
Sebanyak 611 saham mengalami pelemahan, sementara volume perdagangan mencapai 27,96 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp15,13 triliun.
Tekanan terbesar datang dari sektor bahan baku yang anjlok 7,26 persen, disusul sektor energi 6,47 persen, transportasi 5,94 persen, serta sektor infrastruktur dan industri yang masing-masing terkoreksi 3,91 persen dan 3,42 persen.
IHSG Jadi yang Terburuk di Asia
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tren negatif yang melanda mayoritas bursa saham Asia Pasifik. Namun, koreksi pasar saham Indonesia tercatat paling dalam dibandingkan negara lain di kawasan.
Sebagai perbandingan, indeks KOSPI Korea Selatan turun 2,81 persen dan KOSDAQ melemah 2,31 persen. Sementara TW Weighted Index Taiwan terkoreksi 1,64 persen, disusul NIKKEI 225 Jepang sebesar 0,39 persen dan CSI 300 China sebesar 0,37 persen.(AS/BN).
_-_Copy.png)



.jpg)




_(1).png)

